Indahnya beribadah

January 30, 2010

Cara Menentukan Apakah Masjid Salah Kiblat

Filed under: islam
Masyarakat bisa mengukur arah kiblat secara mandiri. Dengan sebilah bambu.
Jum’at, 29 Januari 2010, 06:58 WIB
Elin Yunita Kristanti
VIVAnews - Arah kiblat sejumlah masjid di Indonesia mengalami pergeseran.

Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama, Rohadi Abdul Fatah, sekitar 20 persen masjid dari 763 ribu masjid di Indonesia tidak mengarah kiblat.

Perubahan arah tersebut terjadi akibat gempa bumi sehingga menimbulkan pergeseran tanah.

"Paling yang melenceng 20 persen," kata Rohadi, seperti dimuat laman Kementerian Agama.

Rohadi membantah pendapat bahwa ada 80 persen masjid di Indonesia dan kuburan muslim yang belum mengarah ke kiblat dengan benar.

Ditambahkan dia, pendapat bahwa yang terjadi pergeseran hanya di masjid-masjid yang berlokasi di daerah gempa seperti Yogyakarta, Tasikmalaya dan Sumatera Barat, ngawur.

Bagaimana menentukan sebuah masjid salah kiblat?

Dijelaskan Rohadi, untuk meluruskan masalah kiblat, Kementerian Agama telah membentuk sebuah tim yang siap turun ke masing-masing daerah untuk mengukur kembali arah kiblat itu.

Tim akan menggunakan peralatan seperti teodolit, JPS dan kompas, serta paling utama pengamatan terhadap matahari.

Masyarakat juga bisa melakukan pengukuran secara mandiri. Waktu pengukuran tertentu, masyarakat bisa melakukannya pada 28 Mei mendatang, pukul 16.18 Waktu Indonesia Barat dan tanggal 16 Juni pukul 16.27 WIB.

Caranya, dengan menancapkan sebilah bambu. "Saat itu posisi matahari persis di atas Ka`bah, maka arah lawan bayangan bambu itu adalah posisi kiblat dari tempat tersebut," jelas Rohadi.

Apabila memang ternyata bergeser, jelas Rohadi, masjid tak perlu dibongkar. "Diubah shafnya saja, tidak perlu dibongkar," tambahnya.

Menurut dia, salah kiblat tidak terlalu mempengaruhi makna dan kekhusyukan shalat dari shalat tersebut, karena semua tergantung niat. "Tidak jadi permasalahan, shalatnya sah," tandas Rohadi.

Sebelumnya, Menteri Agama, Suryadharma Ali mengatakan memang ada kesalahan penntuan kiblat di sejumlah masjid di Indonesia.

Kesalahan kiblat antara lain terjadi pada beberapa masjid di Jawa Tengah yang diketahui salah menetapkan arah kiblatnya. Juga di Jakarta.

"Memang ada beberapa temuan masjid yang salah kiblat, seperti di Jakarta saja ada beberapa masjid milik instansi pemerintah yang juga salah kiblatnya," tambah dia.


Membaca dan Membaca

Filed under: islam

Membaca adalah jendela pengetahuan. Dengan membaca maka kita akan dapat mengetahui apa yang memang ingin kita ketahui. Tanpa membaca mungkin dunia kita akan teras sempit karena banyaknya yang tidak kita ketahui atau kita menjadi sombong karena kita tidak tahu bahwa ada yang jauh lebih besar dari yang kita kenal.

Begitu juga dalam beragama. Ayat pertama yang diturunkan pada Rasulullah SAW adalah Iqra’ (bacalah). Umat Islam diwajibkan membaca. Sayangnya makna membaca sering dianggap sekedar membaca tanpa makna. Akankah kita menganggap diri kita membaca kalo tidak tahu yang kita baca?

Dari Abu Umamah ra.a, dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bacalah Al Qur’an karena sesungguhnya Al Qur’an itu akan datang pada hari kiamat sebagai syafaat bagi orang-orang yang senang membacanya.” (HR Muslim)

Hadits ini sering dimaknai membaca dengan mengerti atau tidak mengerti maknanya akan mendapat pahala. Memang demikian adanya namun menjadi syafaat dapatkan jika tidak memahami dan mengamalkannya, karena setiap surat dalam Al Qur’an yang kita baca dan amalkan akan menjadi syafaat sebagai mana hadits berikut:

Dari Nuwwas bin Sam’an r.a dia berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Nanti pada hari kiamat akan didatangkan Al Qur’an dan ahlinya yang senang mengamalkan petunjuknya di dunia, didahului dengan surat Al Baqarah dan surat Al Imran yang keduanya saling berbantah  mengenai ahli masing-masing (bahwa orang ini adalah ahli yang mengamalkan surat  Al Baqarah atau Al Imran).” (HR Muslim).

Membaca, memahami, mengamalkan dan mengajarkan itulah sebaik-baik umat. Sebagaimana sabda rasulullah SAW:

Dari Utsman  bin Affan r.a. dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR Bukhari)

Mengajarkan bukan sekedar mengajarkan baca Al Qur’an namun mengajarkan bagaimana agar semua napas hidup kita dibimbing Al Qur’an.

Mampukan kita melakukannya?

January 23, 2010

Menolak Petunjuk?

Filed under: islam

akhir-akhir ini masyarakat sering mendiskusikan adanya fatwa MUI atau ulama yang lain, yang umumnya bersifat menolak karena tidak sesuai dengan apa yang sedang merka lakukan atau kerjakan. MUI atau ulama dianggap sebagai mengada-ada.

Seorang ulama adalah penerus Nabi dan sahabat karena di pundak beliau-beliaulah ajaran agama akan tetap tersampaikan. jangan samapi kita menjadi tersesat karena kita merasa lebih tahu padahal tidak tahu.

"Dan Allah sekali kali tidak akan menyesatkan suatu kaum sesuadah Allah memebri petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi, sesungguhnya Allah Maha mengetahu sesgala sesuatu." QS At-Taubah: 115.

memang ada ulama yang mencari sensasi tapi selama mereka menyampaikan kebenaran maka sebenarnya bukan sensai yang mereka sampaikan tapi masalah itu dianggap kelewat batas oleh ulama.

kasus rebounding misalnya tersirat dalam pernyataan boleh untuk yg bersuami, intinya adalah lebih baik memakai jilbab daripada mempertontonkan keindahan untuk yang bukan berhak (mreka katakan keindahan ini kan dari Allah jadiharus kita pelihara lalu ditontonkan didepan banyak orang untuk mengundang decak kagum)

Aku pernah juga ditanya/ditegurseseorang "jangan kamu larang istri kamu untuk memakai cat rambut"

Aku hanya heran saja kok begitu ya. dan aku hanya jawab: Uban adalah petunjuk bagi orang agar ia sadar bahwa ia sudah tua. buat apa istriku mengecat rambut toh aku lebih bahagia jika ia tidak mengecatnya dan ia juga tidak akan mengecat untuk orang lain karena ia berjilbab. lalu aku beritahu dalil tentang cat rambut.

semua memang tergantung kita ketika kita menerima petunjuk apakah kita akan selalu membentengi diri kita dari kebenaran Al Qur’an dan Al hadits?

January 15, 2010

Anas bin An-Nadhr radhiyallahu ‘anhu ~ Syuhada Perang Uhud ::

Filed under: islam

Dahulu ada seorang shahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bernama Anas bin An-Nadhr radhiyallahu ‘anhu. Dia amat menyesal karena tidak ikut perang Badr bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berjanji jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan kepadanya medan pertempuran bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan melihat pengorbanan yang dilakukannya. Ketika berkobar perang Uhud, dia berangkat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam perang ini kaum muslimin terpukul mundur dan sebagian lari dari medan pertempuran. Di sinilah terbukti janji Anas. Dia terus maju menerobos barisan musuh sehingga terbunuh. Ketika perang telah usai dan kaum muslimin mencari para syuhada Uhud, didapati pada tubuh Anas bin An-Nadhr ada 80 lebih tusukan pedang, tombak, dan panah, sehingga tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali saudarinya. Lalu turunlah ayat Al-Qur`an: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya).” (Al-Ahzab: 23) [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, Surat Al-Ahzab, 3/484 dan Shahih Sunan At-Tirmidzi no. 3200] 80 lebih tusukan, Masya Allah ! Itulah jihad yang dilakukan generasi pertama Islam. Lalu bagaimana dengan kita, untuk jihad shalat tepat waktu secara berjamaah di musholla/masjid saja masih malas-malasan. … Ayo sadarlah !!! Penuhi musholla/masjid dengan syiar Islam terbesar yaitu mendirikan shalat berjamaah, Insya Allah negeri ini akan turun rahmat. — http://semenit. net/

January 10, 2010

Asmaul Husna

Filed under: islam

Hanya milikAllah asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tingalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya.Nanti merka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (QS Al A’raaf: 180)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:"Sesungguhnya Allah SWT memiliki 99 nama, yaitu 100 kurang satu. Sipa saja yang menghafalnya nisacaya ia masuksyurga." (HR Bukhari dan Muslim)

 

June 13, 2009

nasehat

Filed under: islam

Nasihatilah kami….

Kepada seorang ulama, orang-orang mulia, dan para aulia, aku mengatakan: “Berilah kami nasihat. Yang mampu menyadarkan hati.
Sungguh hati kami sudah ringkih karena dosa. Sayap-sayap kami telah patah karena kesalahan. Kami, larut dalam dosa demi dosa. Kami, melanggar perintah Yang Maha Mengetahui yang ghaib. Sampai hati kami
menjadi kasar kesat.

Ia lalu memberi nasihat. “Panas sekali hati ini. Duka lara yang begitu dalam, ya Rabb, Wahai Ibnu Adam, mengapa engkau lama melakukan dosa tanpa menyesal. Mengapa engkau bermain dengan neraka. Mengapa engkau sepelekan Yang Maha Memaksa. Dia Yang memberimu makan siang dan malam.
Dia Yang menjadikanmu duduk dan menjadikanmu berjalan. Kemudian engkau bangkit berdiri dan melanggar perintah-Nya? Padahal Dia Maha Tinggi Kuasa-Nya. Maha Agung Kekuatan-Nya.

Di manakah pikiranmu wahai yang tertipu? Lupakah engkau dengan hari perlintasan, saat melewati jembatan. Semua burung terpuruk jatuh karena takut. Semua orang tenggelam ketakutan dan kengerian. Abu Bakar ra, ketakutannya membuat dirinya gemetar seperti burung. Dadanya mengeluarkan suara bergemuruh. Umar bin Khattab ra, ketakutannya telah menjatuhkannya di atas tanah. Lalu ia dipapah oleh orang-orang.
Sedangkan Utsman bin Affan ra, dzun nuurain, ketakutannya menjadikannya menangis setelah melihat kuburan. Dan lihatlah Ali binAbi Thalib ra, yang ketakutannya menumpahkan air matanya. Adalah Umar bin Abdul Aziz, menangis dan dadanya juga bersuara mendidih. Ia mengatakan, “Wahai manusia, ingatlah pagi hari itu. Demi Allah, andai Al Qur’an ini diturunkan di atas batu cadas, yang keras, batu itu akan pecah. Jika ia diturunkan di bebatuan, batu itu akan terbelah.
Sementara engkau membaca Al Qur’an dalam kondisi lalai dan lupa…
Subhanallah, engkau telah tertipu dengan masa muda. Engkau tertipu karena hiasan pakaian. Engkau lupa, saat suatu hari jasadmu tertimbun tanah.

Maka, jangan lalai dari dzikir kepada-Nya. Jangan lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Jangan merasa aman dari makar-Nya. Dialah yang telah menyumbat hidung Fir’aun terlaknat, dengan tanah. Dialah yang mencerai beraikan seluruh pasukannya. Sungguh menderita sekali siapapun yang mendurkhakai-Nya. Padahal mereka telah mendapat hempasan angin begitu hebat. Padalah Dia telah membuktikan kemarahan-Nya dengan
menghancurkan rumah-rumah. Padahal Dia telah meratakan gunung-gunung dengan mudahnya.

Rambutmu telah memunculkan uban. Tapi engkau masih menggenggam kapak kemaksiatan. Mengapa tidak engkau mempan oleh ayat-ayat? Mengapa engkau bergeming dengan nasihat dan nasihat? Mengapa engkau tak
mengingat kematian dan kematian? Engkau tetap berlalu dengan kesombongan, dan mengendarai semua kemungkaran.

Dahulu, Ibnu Wahb pernah mendengar firman Allah swt, “Wa idz yatahaajjuuna fin naar…” (Ingatlah), ketika mereka saling berbantahan di neraka. Usai mendengar ayat itu ia jatuh pingsan di rumahnya. Dan tak lama kemudian, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir di sore hari itu. Dahulu, Umar pernah menyimak sejumlah surat Al Qur’an lalu terpelanting jatuh, dan sakit selama satu bulan. Air matanya seperti anak-anak sungai. Dahulu, Sofyan pernah membaca surat Az Zalzalah. Lalu ia seperti menghadapi hari kematiannya. Sungguh
sebagian burung elang bisa jatuh dari langit. Sungguh di antara batu-batu akan terbelah dan mengeluarkan air dari sela-selanya.
Sungguh telah banyak ulama yang tidak sadarkan diri karena ketakutannya kepada Allah swt.

Periksalah hatimu. Ingatlah dosa-dosamu. Musa tersungkur ketakutan dan jatuh pingsan. Hatinya tak pernah sepi dari ketakutan dan kegelisahan.
Sebagian orang-orang shalih, wajahnya berhias bekas air mata. Lalu mengapa engkau bisa melewati pagi dan siang begitu saja? Sedangkan para Rasul seluruhnya mengatakan, duhai jiwaku, duhai jiwaku. Apakah engkau melupakan kubur wahai yang tertipu? Apakah engkau melupakan hari kebangkitan? Hari penampakan segala yang ada dalam dada.

Sebagian orang-orang shalih ada yang datang ke tempat tidurnya. Tapi ia lalu bangun kembali, berdiri dan menangis tersedu. Orang-orang bertanya, “Ada apa dengan dirimu?” Ia mengatakan, “Tiba-tiba aku teringat firman Allah “Yauma-idzin tu’radhuuna laa takhfaa minkum khaafiyah..” (Hari itu akan ditampakkan, tanpa ada yang tersembunyi dari kalian). Ayat ini saja sudah cukup.

Sa’id bin Musayyib. Imam yang sangat dicinta. Orang zuhud yang dekat kepada Allah. Salah satu matanya tak mampu melihat karena menangis. Rona wajahnya menjadi kuning karena khusyu’ tatkala ia sujud dan ruku’. Yazin bin Harun. Imam yang terpercaya. Ia juga buta karena tangisan. Tapi ia tidak pernah mengadu dan mengeluh. Saat orang-orang bertanya padanya, “Apa yang engkau perbuat dengan kedua matamu yang
indah?” Ia mengatakan, “Aku telah mengikatnya disisi Yang Maha Esa. Aku menghilangkannya karena tangisan di waktu sahur. Karena ketakutan kepada Yang Maha Kuat Kehendak-Nya.

Jika mendengar kisah-kisah ini, demi Allah kita menjadi sadar akan cacat yang ada. Kita tidur sepanjang malam. Seperti kita bukan orang yang memeluk agama ini. Seorang salaf mengatakan, “Wahai yang tertipu, jika engkau mengira Allah tak melihatmu, lalu engkau melakukan prilaku ini dan itu, pasti engkau ragu. Dan jika engkau mengetahui bahwa Dia melihat perilaku dan perbuatanmu, menghitung dan memantau gerak gerikmu. Tapi engkau tetap berani melanggar yang dilarang-Nya, meremehkan tuntunan-Nya, sungguh itu pertanda engkau tidak memiliki hati dan pikiran. Tidak pernahkah engkau menghunjungi kubur? Tidak takutkah engkau melihat kubur? Tidak pernahkah engkau melihat seorang terbujur mati? Lalu ulat berjalan dimata mereka. Kecantikan,
keindahan, pangkat, kedudukan terlah pergi. Hanya amal.

Sebaik-baik air mata, adalah air mata taubat. Semulia-mulia kesedihan adalah kesedihan orang yang kembali kepada Allah swt. Kantuk yang paling menenangkan adalah kantuknya orang-orang yang melakukan tahajjud. Pakaian yang paling indah adalah pakaian ihram. Betapa nikmatnya lapar orang-orang puasa. Betapa bahagianya orang-orang yang melakukan shalat. Betapa mulianya pengorbanan orang yang bersedekah.

Rubrik ini terselenggara atas lisnsi Syaikh DR. Aidh bin Abdullah al Qarni kepada Tarbawi.
(Edisi 134 Th.8/Jumadil Awal 1427 H/22 Juni 2006 M)

Azyumardi: Suara Islam Cenderung Pilih Jk-wiranto

Filed under: Uncategorized

Antara - 2 jam 21 menit lalu Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik Azyumardi Azra memperkirakan, suara Islam akan cenderung memilih pasangan Jusuf Kalla-Wiranto karena pimpinan organisasi massa (ormas) Islam mengarahkan pengikutnya kepada pasangan ini. "Sejauh yang saya lihat, pimpinan ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah secara implisit dan eksplisit sudah mengarahkan warganya pada Jusuf Kalla," kata Guru Besar Sejarah Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah itu di Jakarta,, Sabtu. Azyumardi memperkirakan suara Islam akan utuh masuk ke JK-Win karena pada Pemilu 2009 hanya JK yang bisa direpresentasikan sebagai figur Islam, dan memiliki kedekatan dengan ormas Islam. "Berbeda dengan Pemilu 2004, suara Islam terpecah-pecah karena banyaknya figur Islam yang bertarung yakni Hasyim Muzadi (NU), Salahuddin Wahid (NU), Hamzah Haz (NU), Amien Rais (Muhammadiyah), dan Jusuf Kalla (NU), sementara pada Pemilu 2009, hanya JK yang mewakili figur Islam," katanya. Menurut dia, ada tiga faktor yang menyebabkan suara Islam memilih Jusuf Kalla, pertama hubungan biologis dan historis antara JK dengan NU dan Muhammadiyah. Kedua, ormas Islam melihat istri JK-Wiranto lebih Islami karena memakai jilbab, dan ketiga, hubungan khusus antara ormas Islam dengan JK selama ini. JK memiliki hubungan biologis dan historis dengan NU-Muhammadiyah, kata Azyumardi, karena JK adalah pengurus NU. Sementara ibu dan istrinya adalah warga Muhammadiyah. JK selama ini juga terlibat aktif di organisasi KAHMI dan HMI, dan merupakan ketua pengurus masjid di Makassar. Dari isu istri shaleha, kata Azyumardi, JK-Wiranto juga punya nilai lebih karena istri mereka memakai jilbab. "Warga Muhammadiyah dan kaum Nahdliyin di desa-desa tidak mengerti istilah `neolib` karena istilah tersebut tidak populer di kampung-kampung. Yang mereka lihat dan disebarkan saat ini isu istri shaleha. Karena berjilbab, istri JK-Wiranto dipandang shaleha," kata Azyumardi. Di samping itu, para pimpinan partai Islam seperti PKS, PPP, PBB, dan PAN melihat isu jilbab sebagai hal yang serius. "Saya pernah ketemu dengan pimpinan PKS dan sejumlah partai Islam di daerah. Mereka mengatakan tidak bisa mengingkari faktor jilbab dalam pertimbangan memilih. Jadi kalau saya lihat, koalisi itu hanya terjadi pada tingkat elite partai, namun tidak pada pendukung di tingkat bawah," jelasnya. Tentang hubungan khusus JK dengan ormas Islam, Azyumardi Azra mengatakan, sejak JK menjadi Menko Kesra, dia sudah punya kedekatan dengan ormas Islam. "JK sering memberikan bantuan biaya operasional bagi ormas Islam. Bahkan zakat perusahaannya juga diberikan untuk operasional Ormas Islam," kata Azyumardi. Selama ini, pimpinan ormas Islam mengakui bahwa JK merupakan tokoh yang paling mudah diakses dan mau menampung aspirasi umat Islam. "Saya sering mendengar komentar dari tokoh-tokoh Islam, JK paling mudah diakses ketika mereka menyampaikan kerisauan dan kegundahan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan Islam. Bahkan, untuk berkomunikasi dengan JK cukup melalui SMS, langsung direspons," kata Azyumardi. Ketiga faktor inilah, lanjutnya, yang membuat pimpinan ormas Islam bergerak di bawah untuk mengarahkan umatnya ke pasangan JK-Wiranto. Sementara di kubu SBY-Boediono, terlihat tidak ada upaya untuk melakukan operasi besar-besaran untuk meraih dukungan suara Islam. Ditanya sekitar berapa persen suara kelompok Islam ke JK-Wiranto, Azyumardi Azra memperkirakan sekitar 80 persen, sisanya ke pasangan lain. Menjawab soal agenda politik Islam ke depan, dia melihat tidak jelas. Hal itu terjadi karena partai politik yang memakai label Islam lebih cenderung mengutamakan kepentingan politik kepentingan ketimbang ideologis. Dari koalisi partai menurut Azyumardi, bisa terlihat bahwa partai-partai yang memakai simbol Islam cenderung mengutamakan kepentingan politik jangka pendek seperti berapa jatah menteri, ketimbang kepentingan ideologi Islam. "Dengan kondisi itu kita jadi bertanya apakah politik Islam masih ada di Indonesia ?"katanya, mempertanyakan.

April 16, 2009

Kenali Jenis Kulit Wajah Anda

Filed under: Uncategorized

Kompas - Minggu, April 12, 2009

 

KOMPAS.com — Terdapat 5 jenis kulit wajah: normal, berminyak, kering, kombinasi, dan sensitif. Untuk mengetahui jenis kulit Anda dengan cara mudah.

Ambil selembar tisu atau kertas makeup khusus untuk mengangkat minyak, lalu perhatikan di mana minyak-minyak di wajah Anda berkumpul. Lakukan sekitar beberapa jam setelah wajah dibersihkan, dalam suhu ruangan yang normal (tidak dingin, tidak panas). Tekan-tekan tisu tersebut di titik T-zone (hidung dan daerah dahi bagian atas alis mata), lalu perhatikan. Alihkan ke titik-titik lain di wajah Anda, dan perhatikan lagi sisanya. Berikut tanda-tandanya dan artinya:

1. Kulit normal: Tak akan ada banyak sisa minyak, atau ada sedikit sisa minyak dari wajah di titik T-zone. Jika kulit Anda normal, kulit wajah Anda akan terasa lembut dan kenyal di seluruh bagian wajah secara merata.

2. Kulit kering: Seperti kulit normal, tisu tak akan banyak mengandung minyak, namun akan ada kulit-kulit yang mengelupas, terasa kencang, dan kering.

3. Kulit berminyak: Akan tersisa banyak sisa minyak di tisu atau kertas minyak yang Anda gunakan, namun minyak ini berasal dari seluruh bagian wajah, daerah T-zone, pipi, dagu, dan dahi. Mudah untuk mengenali kulit berminyak, karena biasanya jenis kulit ini memiliki pori-pori besar dan berjerawat.

4. Kulit kombinasi: Kulit kombinasi berarti Anda memiliki kulit berminyak dan kulit kering (bukan normal). Jika kertas minyak yang Anda gunakan mendapati banyak minyak di daerah T, namun Anda juga mendapati bahwa sisa kulit Anda mengelupas atau kering dan kencang, maka kulit anda termasuk jenis kombinasi.

5. Sensitif: Kulit sensitif tidak akan banyak meninggalkan sisa minyak, tapi akan cenderung kering dan terasa kencang. Sering berwarna kemerahan, mengelupas, dan sering terasa gatal ketika diaplikasikan produk perawatan kulit, juga rawan berjerawat. Setelah mengetahui jenis kulit wajah, akan lebih mudah untuk merawat dan membeli produk perawatan yang paling tepat untuknya. Namun perlu diingat, ini adalah teknik dasar untuk mengetahui jenis kulit. Jika Anda masih belum yakin atau ingin lebih dalam merawat kulit wajah Anda, temuilah dokter kulit atau pakar kesehatan kulit untuk mendapatkan perawatan yang terbaik.

April 7, 2009

Guci emas

Filed under: adab

Sebuah kisah yang terjadi di masa lampau, sebelum Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan. Kisah yang menggambarkan kepada kita pengertian amanah, kezuhudan, dan kejujuran serta wara’ yang sudah sangat langka ditemukan dalam kehidupan manusia di abad ini.

Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Ada seorang laki-laki membeli sebidang tanah dari seseorang. Ternyata di dalam tanahnya itu terdapat seguci emas. Lalu berkatalah orang yang membeli tanah itu kepadanya: “Ambillah emasmu, sebetulnya aku hanya membeli tanah darimu, bukan membeli emas.” Si pemilik tanah berkata kepadanya: “Bahwasanya saya menjual tanah kepadamu berikut isinya.”
Akhirnya, keduanya menemui seseorang untuk menjadi hakim. Kemudian berkatalah orang yang diangkat sebagai hakim itu: “Apakah kamu berdua mempunyai anak?” Salah satu dari mereka berkata: “Saya punya seorang anak laki-laki.” Yang lain berkata: “Saya punya seorang anak perempuan.” Kata sang hakim: “Nikahkanlah mereka berdua dan berilah mereka belanja dari harta ini serta bersedekahlah kalian berdua.”

Dikutip dari http://www.asysyari ah.com/syariah. php?menu= detil&id_ online=777

March 20, 2009

meminta jabatan

Filed under: islam

Ada sebagian orang menyatakan bolehnya meminta jabatan dengan dalil permintaan Nabi Yusuf alaihis salam kepada penguasa Mesir:

"Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. " (Yusuf: 55)

Maka dijawab, bahwa permintaan beliau alaihis salam ini bukan karena ambisi beliau untuk memegang jabatan kepemimpinan. Namun semata karena keinginan beliau untuk memberikan kemanfaatan kepada manusia secara umum sementara beliau melihat dirinya memiliki kemampuan, kecakapan, amanah dan menjaga terhadap apa yang tidak mereka ketahui. (Taisir Al-Karimur Rahman, hal. 401)

Al-Imam Syaukani berkata: "Nabi Yusuf alahis salam meminta demikian karena kepercayaan para Nabi terhadap diri mereka dengan sebab adanya penjagaan dari Allah terhadap dosa-dosa mereka (ma`shum). Sementara syariat kita yang sudah kokoh (tsabit) tidak bisa ditentang oleh syariat umat yang terdahulu sebelum kita, karena mungkin meminta jabatan dalam syariat Nabi
Yusuf alaihis salam pada waktu itu dibolehkan." (Nailul Authar, 8/ 294)

Ketahuilah wahai mereka yang sedang memperebutkan kursi jabatan dan kepemimpinan, sementara dia bukan orang yang pantas untuk mendudukinya, kelak pada hari kiamat kedudukan itu nantinya akan menjadi penyesalan karena ketidakmampuannya dalam menunaikan amanah sebagaimana mestinya. Berkata Al-Qadli Al-Baidlawi: “Karena itu tidak sepantasnya orang yang berakal, bergembira dan bersenang-senang dengan kelezatan yang diakhiri dengan penyesalan dan kerugian.” (Fathul Bari, 13/134)

Bila dilihat kondisi di negeri ini, yang meminta jabatan tidak berbaur dengan rakyat, mobil & rumah mewah dimilikinya, apakah mereka tidak melihat masih banyak orang yang masih kelaparan di negeri ini yang perlu dibantu? Masih banyak orang yang masih belum mempunyai rumah (seperti saya masih mengontrak rumah). Kok mereka tega-tega nya hidup dalam kemewahan ??

Lihatlah Umar bin Abdul Aziz, selama menjabat khalifah, hartanya bukan tambah bertambah tapi semakin berkurang. Jadi wajar saja dalam kurun waktu yang sangat singkat (kurang dari 3 tahun), rakyatnya hidup dalam makmur sentosa.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham