Indahnya beribadah

April 22, 2008

Menjadi Wanita Paling Bahagia

Filed under: Uncategorized

a. Contoh wanita beriman “Allah telah menciptakan satu contoh bagi orang-orang yang beriman yaitu perempuan (istri) Firaun ketika ia berdo’a “Wahai Tuhanku, bangunkanlah buatku sebuah rumah yang dekat denganMu di surga dan selamtkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku dari orang-orang yang berbuat kezaliman”. (QS at Tahrim:11). “Allah telah menciptakanmu dengan bentuk yang paling bagus.” (QS At Taghabun: 3)

b. Beriman “Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran: 139).

c. Beramal “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kalian, baik laki-laki atau perempuan.” (QS Ali Imran: 195). “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An Nahl: 97)

d. Sabar “Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah, kuatkanlah kesabaran kalian dan bersatulah. Bertaqwalah kepada Allah suaya kalian beruntung.” (QS Ali Imran: 200). “Minta tolonglah (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang orang yang khusyuk.” (QS Al Baqarah: 45). “Berilah kabar gembira kepada orang orang yang sabar. (Yaitu) orang orang yang apabila ditimps musibah mereka mengucapkan ‘inna Lillahi wa inna ilahi rajiun.” (QS Al Baqarah: 155 – 156). “Sesungguhnya orang orang yang bersabar akan dibalas pahalnya tanpa perhitungan.”(QS Az Zumar: 10)

e. Pemaaf “Jadilah engkau pemaaf, serulah orang-orang mengerjakan kebaikan dan berpalinglah dari orang orang yang bodoh.” (Qs Al A’raf: 199)

f. Jangan Ingkar “Mereka mengetahui Anugerah Allah, namun mereka mengingkarinya.” (QS An Nahl: 83).

g. Di rumah “Berdiam dirilah kalian di rumah kalian.” (QS Al Ahzab: 33)

h. Jodoh “Sesungguhnya laki-laki muslim dan perempuan muslim, laki-laki mukmin dan perempuan mukmin……….. dst.” (QS Al Ahzab: 35)

i. Tawakal “Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Al Maidah: 23)

j. Taqwa “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka akan diberikan kepadanya jalan keluar.” (QS Ath Thalaq: 2).

k. kemudahan “Allah akan menjadikan kemudahan setelah kesukaran.” (QS Ath Thalaq: 7).

l. Kufur “Apakah kamu tidak melihat orang-orang yang mengubah nikmat Allah dengan kekufuran?” (QS Ibrahim: 28) “Sesungguhnya mereka tidak akan dapat membuat kamu tidak mebutuhkan Allah sedikitpun.” (QS Al Jatsiyah: 19) “Maka segeralah kembali kepada Allah. Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata bagi kalian. Janganlah kalian mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata bagi kalian.” (QS Adz Dzariyat: 50 – 51). “mereka yang menimbun emas dan perak.” (QS At Taubah: 34)

m. Rakhmat “Dialah yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan Dia menyebarkan rahmat-Nya.” (QS Asy Syura: 28).

n. Taubat “Bertobatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang orang mukmin, agar kalian mendapatkan kemenangan.” (QS An Nur: 31).

April 18, 2008

Adab Makan: Cara Mengurangi Kemiskinan dan mencegah Kegemukan

Filed under: adab

Kemiskinan menjadi maslah bagi pemerintah karena akan menjadikan banyak lokasi kumuh dan sering menjadikan keributan antara polisi pamong praja dan masyarakat bahkan dapat menjadi ajang kerusuhan yang dapat mengacaukan pemerintahan daerah. Disisi lain banyak masyarakat yang menderita kegemukan karena sulit mengatur mauknya makanan ke dalam tubuh. Kesulitan ini jug menjadikan mereka sulit untuk berbagi karena ketika kegemukan melanda mereka maka banyak penyakit yang muncul dan dengan alas an cadangan untuk berobat maka mereka menjadi hati-hat untuk mengeluarkan uang bagi mereka yang membutuhkan namun tidk untuk makanan. Hal ini jug tidak lepas begitu saja dari peran pelaku bisnis pangan dan ahli pangan. Mereka lebih focus melakukan menganekaragaman produk pangan bukan penyebaran pemenuhan kebutuhan pangan.

Dalam hal makan mestinya kita mengikuti kaidah:

1.      Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda: “makanan dua orang cukup untuk tiga orang, dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang.” (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini dapat dimaknai bahwa sebenarnya dalam jatah kita makan dapat dikurangi untuk kita sedekahkan bagi orang yang membutuhkan sehingga kita tidak kekenyangan yang mengundang penyakit dan dapat berbagi ke sesama. 

2.      Janganlah kita selalu menyisakan makanan, karena kita tidak tahu dabagian mana dari yang kita makan yang mendpat berkah dari Allah SWT. Maka inidapat kita maknai untuk tidak menyia-nyiakan makanan, karena masih banyak masyarakat yang butuh makan. Dan hanya orang yang sombong kepada Allah yang sering membuang makanan.

3.      Beri ruang bagi perut kita, 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk air dan 1/3 untuk udara, artinya janganlah kita makan sampai kekenyangan karena ini akan menjadikan kita bersikap egois yaitu lebih mementingkan diri sendiri.

4.      Berhentilah makan sebelum kenyang, dan makanlah ketika lapar. Hal ini akan mengurangi kita untuk mengkonsumsi makanan di luar kebutuhan kita sehingga ketersediaan bahan makanan akan cukup dan mencegah kerawanan pangan serta mengurangi menumpuknya penyakit pda diri kita.

Sanggupkan kita berpikir dari adab makan yang diajarkan agama?

Andai saja kita semua dapat melakukan, mungkin pemerintah dapat dengan cepat menurunkan tingkat kemiskinan

April 17, 2008

Kemiskinan dan Upaya Menurunkannya

Filed under: Uncategorized

Pemerintah melalui pernyataan presiden bahwa pemerintah akan menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 10%. Data dari BPS menunjukkan bahwa jumlah rakyat miskin per Maret 2006 sebesar 39,39 juta (17,75%) dan per Maret 2007 sebesar 37,17 juta (16,58%) data tahun 2008 belum dikeluarkan oleg BPS. Namun demikian, bagaimana menurunkannya tidak dijelaskan begitu juga dengan indikatornya. Indikator yang paling sering digunakan adalah pendapatan per kapita. Deprtemen-departemen terkait maupun LSM dn asyarakat banyak yang kurang puas sehingga ada yang mengusulkan berbagai aspek yang dipertimbangkan missal kebutuhan gizi dan sebagainya. Tingkat pendapatan per kapita jug tidak jelas besaran yang ditetapkan sebagai batas miskin.

Kalau kita cermati kondisi masyarakat sekarang ini yang banyak antri baik sembako ataupun minyak tanah dapatkan kita mengatakan tingkat kemiskinan kita turun? Ataukah banyaknya yang antri dpaty diartikan masyarakat kita semakin konsumtif dan banyak uang/kaya sehingga berebut membeli? Sehingga kita katakan sudah tidak miskin dan pemerintah kehabisan bahan untuk didistribusikan? Benarkan harga beras yang naik terus juga bukti kita makin kaya sehingga beras jadi surplus dan boleh ekspor?

Siapakah sebenarnya orang yang dikatakan miskin?

Dalam kaidah agama dibedakan antara fakir dan miskin.

Menurut mazhab Hanafi, orang fakir adalah orang yang mempunyai harta kurang dari nishab, sekalipun dia sehat dan mempunyai pekerjaan. Kalau ia mempunyai harta sampai nishab apapun bentuknya yang memenuhi kebutuhan primer, berupa tempat tinggal (rumah), alat-alat rumah tangga, dan pakaian maka tidak termasuk fakir. Menurut Syafi’I dan Hambali, orang yang mempunyai separuh dari kebutuhannya, ia tidak termasuk orang fakir.

Pengertian orang Miskin menurut Mazhab Hanafi dan Maliki orang miskin adalah orang yang keadaan ekonominya lebih buruk dari orang fakir. Sedang menurut Hambali dan Syafi’I adalah kebalikannya yaitu orang fakir adlah orang yang keadaan ekonominya lebih buruk dari orang miskin.

Manapun yang kita anut Nampak orang fakir dan miskin adalah orang yang keadaannya serba terbatas.

Say pernah mencoba untuk menghitung kebutuhan minimal hidup normal. Say beli makanan di warung pinggir jalan berupa nasi pecel lauk tempe 1 buah dan sati gelas the manis habis Rp 4.000. maka sehari say habis Rp 12.000 dalam satu bulan habis Rp 360.000,- jika standar anggota keluarga di Indonesia 4 orang maka say harus punya penghasilan untuk makan saja sebesar 4 X 360 jadi sebesar Rp 1.440.000,- maka seseorang dengan penghasilan sebesar itu baru dapat memenuhi kebutuhan makannya saja (tidak perlu masak, jika masak sudah dihitung diharga ini). Jika dia harus berangkar ke kantor/kerja, anak sekolah dan butuh pakaian maka dia harus menambah pengerluaraan untuk transport dua ribu per orang dan tabungan untuk baju/spp sekolah seribu per orang. Untuk transport 3 orang (istri dianggap tidak kerja) selama 25 hari sebesar 3 X 25 X Rp 3.000 = Rp 225.000,- untuk pakaian, spp dan kesehatan diambil 100 rb maka penghasilan minimal yang dibutuhkan adalah 1.440 rb + 225 rb dan 120 rb menjadi sebesar Rp 1.785.000 (inilah upah minimum yang harusnya diterima seorang kepala keluarga dengan 1 istri dan 2 anak) di bawah itu tentunya tidak layak. Mestinya upah sebesar itulah yang diterima minimum (kecuali dia belum berkeluarga atau istrinya ikut kerja).

Sanggupkan kita mencapainya. Menurut Mazhab yang dianut maka ditulis separuh kebutuhan, jadi angka tersebut di bagi dua maka ketemulah 800rb sebagai upah minimum agar ia tidak dianggap miskin sehingga tidak perlu takut dengan kalimat “orang miskin dan anak terlantar dipelihara Negara”

Kalau angka ini yang kita pakai, mungkin memng sedikit orang miskin di Indonesia, toh ada askeskin sehingga tidak perlu anggaran kesehatan.

Say pribada tidak tahu apakah ini benar atau salad, tapi kewajiban kita untuk membantu mereka yang kita anggap kekurangan. Kalau orang itu sehari makan sekali saja belum tentu (bukan puasa lho) akankah kita biarkan? Dan tegakah kita edngan nyaman membuang sisa makanan karena perut kita tidak cukup untuk diisi sebanyak itu?

Marilah kita saling berbagi.

April 16, 2008

Sembako, Harusnya mahal atau murah?

Filed under: Uncategorized

Hari-hari ini pembicaraan tentang kenaikan harga sembagi sangat merisaukan ibu-ibu rumah tangga karena kesulitan mengatur keuangan. Disis lain pada waktu yang bersamaan pemerintah kebingungan akan mengekspor beras karena kita surplus. Benarkah kita surplus?

Indikator apa yang menunjukkan kita surplus?

Cadangan 3 juta ton apakah dapat dipertanggungjawabkan?

Sebenarnya semua kembali pada nurani.

Kita dapat menyebut diri kita kecukupan kalau tidak bingung dengan apa yang kita makan esok.

Seorang kepala keluarga akan selalu berusaha mencukupi kebutuhan anggotanya hingga tidak ada kelaparan. Seorang kepala keluarga tidak akan tega menjual beras ketika melihat ada satu anaknya yang belum makan.

Jika masih ada orang yang kelaparan, artinya ada sesuatu yang tidak berjalan. Dan sebagai kepala keluarga harus memahami ini.

Ketika rakyat kebingungan dengan harga, tak dapatkah pimpinan memberi solusi.

Ketergantungan pada ekonomi luar adalah kemustahilan untuk mandiri.

Mestinya ketika satu anak harus antri minyak, sang bapak harusnya melarang anak yang lain menjual minyak yang dimiliki demi kekayaan pribadi Anak tersayang.

Ekonomi negara memang tidak sama dengan keluarga. Tapi rakyat juga tidak dapat mengerti ketika untuk hidup kita tergantung harga dari luar.

Tak dapatkan kita mandiri?

Kita cukupi semua yang dibutuhkan masyarakat?

Darimana?

Jika produk pertanian jadi mahal di negeri agraris ini pasti ada yang salah.

Banyak ahli pertanian yang menjadikan pertanian adalah bertani yang berkait dengan orang miskin bukan sebuah kultur (agriculture) yang menjadikan pertanian adalah budaya dan kebiasaan kita.

Tak dapatkan setiap keluarga diwajibkan mampu mencukupi kebutuhan minimal dari lahan yang ada?

Tak bisakah ada kewajiban untuk menanami halaman dengan sesuatu yang menghasilkan?

Tak dapatkan memberikan kewajiban bahwa setiap orang yang memiliki bangunan 1 m2 harus memiliki lahan yang ditanami tanaman produktif dengan luas yang sama?

Tak adakah insentif bagi yang memiliki lahan produktif lebih luas dari rumahnya?

Tak adkah sistem pengolahan lahan milik pemerintah untuk dikerjakan oleh orang miskin dengan bagi hasil? Bukan malah dijadikan bangunan untuk tujuan konsumtif?

Aku sendiri tidak tahu………………..

Nampaknya orang memang sudah lebih suka memikirkan dirinya sendiri sehingga tidak tahu kalau tetangganya meninggal karena kelaparan. Atau menyalahkan mereka dengan kelaparannya yang mereka anggap malas bekerja.

Rasulullah mengajarkan kita untuk tidak menjadi pengemis. Disis lain juga mengajarkan kita untuk berbagi dengan tetangga sehingga tidak dikenal adanya orang kelaparan di dekat orang yang mampu karena orang mampu ini takut tak mendapat barokah dari Allah akibat tetangganya yang kelaparan.

Yah andai kita memiliki indahnya pekerti yang diajarlkan Rasulullah SAW.

Tapi……………….. masih adakah yang mengikuti sunah Beliau?

Yang oleh umatnya sendiri dianggap kuno?

Semoga memang ada kesadaran di hati kita

Setidaknya kita mampu memperhatikan tetangga kita. Jangan ada lagi yang meninggal karena kelaparan karena tak mampu beli sembako sementara kita membuang makanan sis karena kita kekenyangan dan tak dapat mengukur isi perut kita dengan nafsu kita.

Andai kita saling punya empati mungkin kita tak perlu demo untuk menurunkan harga karena harga muncul akibat keserakahan kita.

Aku hanya dapat berkata semoga ……………. semoga ………… semoga

April 15, 2008

Pangan dan Indahnya kebersamaan

Filed under: Uncategorized

Dalam sebuah milling list yang saya ikuti ada sebuah keluhan begini:

Hari ini ada kejadian yang mengharubiru saya. Awalnya, ada sms masuk ke HP istriku. Dari tetangga sebelah yang rutin tiap minggu mengikuti pengajian istriku, seorang gadis yang menanggung biaya hidup seluruh keluarganya. Dia bekerja di perusahaan pembuat rambut palsu, yang gajinya jauh dari cukup. Akhirnya gadis itu, sebutlah namanya Nani, diminta datang kerumah. Sampai di rumah, Nani menangis tanpa diminta…………..Kemudian dia cerita  bahwa sudah beberapa hari ini, keluarganya belum makan. Bahkan tidak sekali ini keluarganya tidak makan, ……..Kami jadi teringat kejadian baru-baru ini di Gorontalo, seorang ibu dan anak yang dikandungnya yang sakit dan kemudian meninggal karena tidak makan.  Ternyata tidak usah jauh-jauh tetanggaku sendiri mengalaminya……Tidak jauh dari ibukota Jakarta. Tidak jauh dari Perguruan Tinggi ternama. Padahal yang saya tahu pangan adalah hak setiap manusia, bahkan seorang nara pidana sekalipun. Mungkin banyak Nani-Nani yang lain disekitar kita. Ya, karena hidup memang semakin susah. Siapa yang harus bertanggung jawab?……

…Salah satunyakita sendiri!

Dalam kaidah hidup bertetangga dalam islam ada aturan bahwa tidak diterima
amalan seseorang yang dia kekenyangan sementara tetangganya kelaparan. juga
apabila kita memaska sesuatu maka tetangga mestinya mendapatkan makanan
tersebut jangan hanya baunya. saya yakin di agama lain juga ada anjuran
untuk berbagi terhadp sesama. dakah itu dlam jiwa kita? tanpa harus
menyalahkan problema pangan dunia?
hati kita sendirilah yang mampu menjawabnya. 

 

April 14, 2008

Indahnya Saling Pengertian

Filed under: Uncategorized

Dari Abu Darda dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Dalam timbangan amal perbuatan tidak ada sesuatu yang lebih berat daripada akhlak yang baik.” (HR Abu Dauda dan Tirmidzi).

 

Hari sabtu dan minggu adalah hari libur dari kegiatan kantor. Kebetulan hari tersebut aku tidak keluar kota dan secara tak kusadari minggu ini aku mendapat pelajaran yang sangat berharga. Pada kedua hari tersebut aku mendapat janji dari dau orang pengusaha kecil (UKM) yang ingin konsultasi dan terjadi pada hari yang berbeda. Kebetulan pula kedua pengusaha tersebut ada pada usia senja (sudah punya cucu) dan pensiunan namun masih aktif bekerja.

Pada hari sabtu siang sang pengusaha ini mengkonsultasikan masalah yang ada pada usahanya dengan penuh semangat. Beliau pergi diantar cucunya. Dengan penuh semangat beliau bercerita tentang cucunya setelah masalah yang dihadapi terselesaikan.

Pada hari minggu, pengusaha yang lainnya dating kerumah, saat beliau bercerita baru aku tahu adanya masalah non teknis yaitu ketidak setujan istrinya kalau beliau selalu sibuk. Istrinya mengharapkan beliau istirahat karena sudah tua sehingga cukup mengawasi usahanya dan mengunjungi cucu-cucunya silih berganti. Aku mersakan kegundahan hatinya. Saat kuajak bicara tentang usaha yang dikembangkannya dia Nampak semangat.

Aku juga jadi ingat ketika rekan kerjaku yang baru pulang dari luar negri minta ditemani orang tuanya karena sudah lama tidak bertemu, meski ia sudah berkeluarga. Untunglah orang tuanya memahaminya dan bersedia tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama. Mereka sama-sama bahagia karena sang bapak juga rindu dan ada waktu. Sementara pada sauadaraku yang dtang hari minggu, keinginannya  berkarya mulai tidak didukung secara penuh ole istrinya. Istrinya sangat mencintai sehingga kawatir jika sang suami sibuk diusia tua, tapi sang suami merasa sepi jika tidak bekerja.

Seandainya mereka saling memahami tentu tidaklah sulit bagi mereka dan mungkin tidak perlu datang kerumahku. Namun akau memahami beliau yang bias mengerti istrinya sehingga menawarkan sebagian usahanya kepadaku. Ia sangat mengerti perasaan istrinya. Hanya dating kepadaku untuk berbagi cerita agar ada damai dihatinya. Ya beliau memang bapak yang sabar baik pada istrinya maupun karyawannya. Dia membina generasi muda untuk memahami agama saat praktek dirumahnya. Aku kagum padanya.

April 10, 2008

Makanan dan minuman yang Haram

Filed under: Uncategorized

a. Minuman yang Memabukkan

Dari Aisyah r.a. bahwa nabi SAW pernah ditanya tentang arak dari madu. Maka beliau menjawab: ”Setiap minuman yang memabukkan, maka ia haram”. (HR Bukhari dan Muslim).

 

b. Binatang bertaring

Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda: ”Tiap-tiap binatang buas yang mempunyai taring adalah haram dimakan”. (HR Muslim). Menurut Riawayat Muslim dari Ibnu Abbas ada kata melarang, ditambah: dan tiap-tiap burung yang memiliki kuku penerkam.

 

c. Binatang paraan yang jinak

Dari  jabir bin Abdullah r.a. bahwa Rasulullah SAW melarang memakan daging hewan piaraan yang jinak dan membolehkan makan daging kuda”. (HR Bukhari adn Muslim).

April 9, 2008

Mandi

Filed under: Uncategorized

Mandi merupakan kegiatan kita sehari-hari. namun kadang kita tidak tahu apakah sudah benar yang kita lakukan. bagaimana dengan mandi bersama? mandi di kolam renang? di sungai? mungkin anda punya masalah dan pemecahannya?  

Dari Aisyah r.a. ia berkata: ’Rasulullah SAW mandi karena empat perkara: (1) jinabat, (2) hari Jum’at, (3) berbekam, dan (4) memandikan mayit.’ (HR Abu Daud, menurut Ibnu Huzaimah Hadits ini shahih).

 
a. Mandi Jinabat

Junub mewajibkan mandi ada dua yaitu:

1. keluarnya mani, baik dalam keadaan tidur maupun bangun.

2. Bertemunya dua kemaluan (bersetubuh).

Semua perbuatan yang mewajibkan wudhu pada dasarnya mewajibkan mandi junub seperti shalat, thawaf, dan menyentuh Al Qur’an juga berdiam diri di Masjid seperti yang termaktub dalam Al Qur’an Surat An-Nisa’ 43: ”(jangan pula) hampiri masjid sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja”.

 

Dari Aisyah r.a ia berkata: ’Rasulullah SAW bila mandi dari jinabat mulai membasuh kedua tangannya, kemudian menumpahkan air dengan tangan kanan ke tangan kiri, lalu membasuh kemaluannya, kemudian wudhu, kemudian mengambil air, lalu memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut, kemudian menyiram kepalanya dengan tiga genggam air, kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya, kemudian membasuh kedua kakinya.’ (HR Bukhari dan Muslim).

 

 

b. Mandi Sehabis Haid

Dari Aisyah r.a, bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy bertanya kepada Nabi SAW. ’Sesungguhnya aku wanita yang mengalami istohadah dan tidak pernah suci, lalu apakah aku harus meninggalkan shalat? Beliau menjawab: ”Tidak, yang demikian itu adalah darah yang keluar dari ujung bawah rahim, tapi tinggalkan shalat selama hari-hari biasanya engkau haid, kemudian mandilah dan shalatlah”. (HR Bukhari dan Muslim).

 

b. Mandi Jum’at

Dari Abu Sa’id Al Khurdi r.a. sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda ”mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh”. (HR Bukhari dan Muslim).

1.2.3. Do’a keluar Kamar mandi

Dengan memohon ampunan-Mu ya Allah”.

Assalamualaikum

Filed under: Uncategorized

Ini adalah sarana kami berbagi setelah blog kami di multiply di blokir pemerintah. isi blog ini adalah tentang keseharian seorang muslim sesuatu yang mungkin sering kita alami namun kadang kita ragu benarkan yang kita lakukan.

wassalam

nur 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham