Mandi
Mandi merupakan kegiatan kita sehari-hari. namun kadang kita tidak tahu apakah sudah benar yang kita lakukan. bagaimana dengan mandi bersama? mandi di kolam renang? di sungai? mungkin anda punya masalah dan pemecahannya?
Dari Aisyah r.a. ia berkata: ’Rasulullah SAW mandi karena empat perkara: (1) jinabat, (2) hari Jum’at, (3) berbekam, dan (4) memandikan mayit.’ (HR Abu Daud, menurut Ibnu Huzaimah Hadits ini shahih).
a. Mandi Jinabat
Junub mewajibkan mandi ada dua yaitu:
1. keluarnya mani, baik dalam keadaan tidur maupun bangun.
2. Bertemunya dua kemaluan (bersetubuh).
Semua perbuatan yang mewajibkan wudhu pada dasarnya mewajibkan mandi junub seperti shalat, thawaf, dan menyentuh Al Qur’an juga berdiam diri di Masjid seperti yang termaktub dalam Al Qur’an Surat An-Nisa’ 43: ”(jangan pula) hampiri masjid sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja”.
Dari Aisyah r.a ia berkata: ’Rasulullah SAW bila mandi dari jinabat mulai membasuh kedua tangannya, kemudian menumpahkan air dengan tangan kanan ke tangan kiri, lalu membasuh kemaluannya, kemudian wudhu, kemudian mengambil air, lalu memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut, kemudian menyiram kepalanya dengan tiga genggam air, kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya, kemudian membasuh kedua kakinya.’ (HR Bukhari dan Muslim).
b. Mandi Sehabis Haid
Dari Aisyah r.a, bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy bertanya kepada Nabi SAW. ’Sesungguhnya aku wanita yang mengalami istohadah dan tidak pernah suci, lalu apakah aku harus meninggalkan shalat? Beliau menjawab: ”Tidak, yang demikian itu adalah darah yang keluar dari ujung bawah rahim, tapi tinggalkan shalat selama hari-hari biasanya engkau haid, kemudian mandilah dan shalatlah”. (HR Bukhari dan Muslim).
b. Mandi Jum’at
Dari Abu Sa’id Al Khurdi r.a. sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda ”mandi pada hari Jum’at adalah wajib bagi setiap orang yang sudah baligh”. (HR Bukhari dan Muslim).
1.2.3. Do’a keluar Kamar mandi
”Dengan memohon ampunan-Mu ya Allah”.
