Indahnya beribadah

May 28, 2008

Ikhlas

Filed under: islam

Satu-satunya manusia yang tidak bisa digoda sama iblis adalah orang yang ikhlas. Silakan baca Al-Baqarah tentang Adam-Iblis-Allah ta’alaa, dan surat Al-Hijr tentang Adam-Iblis-Allah ta’alaa.

Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak bertendensi apapun dalam kiprah di dunianya, kecuali keridhaan Allah. Ia selalu mencari Al-Haq.
Kita lihat sosok Adam, ia kembali kepada Al-haq dan mengakui kedhalimannya terpedaya Iblis.
Kita lihat Salman Al-Farisi, pindah-pindah agama untuk kemudian ia menemukan Islam-lah jalan terakhir yang ia pegang hingga akhir hayat.
Kita lihat Imam Abul hasan Al-Asyary, pindah-pindah madzhab dari mu’tazilah-asy; ariyah, dan terakhir kembali kepada al-haq
Dan masih banyak lainnya
Semuanya, karena mereka bisa meluruskan niat hidupnya, tiadk mau dikungkung dalam prosedur “tata-krama” kelompok yang menyulitkan. Karena dalam suatu kelompok pasti ada “tata-krama” yang tidak bisa dilanggar walaupun itu menendang syariat.

Kembalilah kepada Al-Qur’an, karena ia adalah furqon, pemisah antara yang hak dan yang bathil. Al-Qur’an-lah barometer kebenaran, siapapun orangnya tidak bisa dikatakan benar kecuali jika selaras dengannya. Tidak saya, anda, mereka, bahkan Rasulullah sekalipun!!! .

Bukankah Rasul pernah salah dalam berucap, berbuat, bersikap? Walaupun ini sedikit sekali. Kenapa salah? Karena tidak sesuai dengan wahyu. Lantas setelah ditegur Allah langsung, dengan wahyu yang meluruskannya, maka beliau pun kembali kepada kebenaran. Benar-salah- ditegur-kembali kepada al-haq, itulah manusia.
Maka, benarlah bahwa Rasulullah adalah patut dicontoh, karena semua yg ada pada beliau adalah manusiawi (bisa benar, bisa salah, dan bisa tobat lalu kembali kepada al-haq).

Jika ada yang bilang bahwa Rasulullah adalah pribadi sempurna karena tidak pernah salah. Maka ini salah. Lalu, apa gunanya Allah menyuruh kita utk mencontoh pribadi yang mustahil?? Bukankah tidak pernah salah, itu mustahil?
Wallahu a’lam

May 27, 2008

Adab Berdo’a

Filed under: adab

Sumber: http://www.kajianislam.net  2007/7/5 6:46:24

 

Allah Ta’ala pasti mengabulkan do’a kita, jika syarat-syaratnya terpenuhi dan tidak ada penghalangnya.

Inilah yang dimaksud dengan adab berdo’a, yaitu;

Hendaklah memilih waktu yang mulia seperti: hari Arafah, bulan Ramadhan, hari Jum’at, dan waktu sahur (penghujung malam).

Juga situasi yang baik, seperti: ketika turun hujan, saat pasukan berada di medan jihad fi sabilillah, disaat sujud, dan antara adzan dan iqamat.

Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Saat seorang hamba yang palingdekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud. Oleh karenanya perbanyaklah berdo’a (disaat sujud).” (HR. Muslim)

Beliau-Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Do’a antara adzan dan iqamat itu tidak tertolak.” (Hadits hasan Shahih, diriwayatkan At-Tirmidzi)

Hendaklah mantap dan yakin bahwa do’anya akan dikabulkan. Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang dari kalian mengatakan, ya Allah ampunilah hamba jika Engkau menghendaki! Ya Allah kasihilah hamba jika Engkau menghendaki! Tetapi, hendaklah bersungguh-sungguh dalam meminta.” (HR. Bukhari – Muslim)

Hendaknya dalam keadaan suci, menghadap kiblat dan mengulang do’anya tiga kali

Memulai do’anya dengan pujian kepada Allah, baik dengan nama-nama-Nya ataupun sifat-sifat-Nya, juga atas karunia-Nya yang banyak. Lalu bershalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam sesudah itu barulah menyebutkan permintaannya. Kemudian menutupnya dengan membaca shalawat untuk Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan kembali memuji Allah Ta’ala.

Hendaknya mengisi perutnya dengan makanan yang halal dan tidak berdo’a untuk suatu dosa atau pemutusan hubungan silaturahim.

Hendaknya tidak menuntut segera dikabulkan, tidak pula mengatakan: “Aku sudah berdo’a tapi mengapa belum juga dikabulkan? Sebab Rasulullah -Shallalahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Do’a salah seorang dari kalian akan dikabulkan selagi tidak terburu-buru dengan mengucapkan: “Aku telah berdo’a tapi mengapa belum juga dikabulkan?”. (HR. Bukhari – Muslim)

Maksud dari hadits tersebut, orang itu telah bosan berdo’a sehingga meninggalkannya dan tidak mau berdo’a lagi. Ia seperti orang yang mengungkit-ungkit do’anya. Atau seakan-akan ia berdo’a dan ia yang menentukan perihal pengkabulannya. Ia menjadi pengatur bagi Rabb Yang Maha Mulia, padahal Allah Maha Mengetahui hikmah yang ada pada semua itu.

Hadits diatas mengajarkan tentang adab berdo’a yaitu hendaknya seseorang senantiasa dan terus menerus dalam berdo’a serta tidak gampang berputus asa.

May 16, 2008

Ahmadiyah, salafy dan Adnan Buyung

Filed under: islam

Ada sesuatu yang menarik di masyarakat kita terutama pemeluk agama Islam. Islam di Indonesia sangat beragam dalam pemahamannya. Ketika Ahmadiyah diketahui mengakui adanya nabi setelah Muhammad SAW, mereka meminta dibubarkan bahkan masjid yang tidak bersalahpun ikut dihancurkan, penduduk diusir jika perlu dibunuh (menurut salah satu Ustadz) dan Adnan Buyung nasution yang berbicara dari sisi hukum terhadap perusakan dan intimidasi bagi masyarakat Ahmadiyah juga dicap yang bukan-bukan bahkan di demo habis-habisan dengan mengatas namakan Islam. Saya sendiri meyakini ajaran Ahmadiyah ada yang salah. hanya kita juga perlu bercermin sudahkan kita yakin bahwa Islam yang kita yakini benar? jangan-jangan kita menganggap benar karena mengatakan Nabi Muhammad adlh Nabi terakhir. Kalau itu mudah sekali Islam.

Islam dilandasi oleh Syahadat. yang mengakui bahwa Allah SWT adalah satu-satunya tuhan kita. Benarkah itu sudah ada di hati kita. kalau kita menyembelih kerbau dan menanam kepalanya, atau membuat sesaji di pinggir jalan pada malam jum’at, bertanya pada dukun dan sebagainya apakah kita sudah benar-benr bersyahadat meski kita rajin sholat?

Atau apakah kita benar menyebut Muhammad sebagai Rasul Allah, jika yang ada kita bukan mengikuti ajarannya tapi mendewakan beliau bahkan hampir sama dengan Allah. mau bukti? banyak orang memuja Rasulullah sampai dalam salah satu sylawatnya menyatakan Dialah yang mampu menyembuhkan dan berbagai kemampuan yang lain yang mana kemampuan itu adlaah milik Allah. Silahkan baca terjemahan shalawat yang harus dibaca 4444 kali agar permintaan kita dikabulkan. apakah ini bukan menuhankan Muhammad?

Ketika ada perbedaan, maka selalu menganggap dirinya yang paling benar. Gus Dur bilang perbedaan adalah rahmat tapi apakah akar rumput ikut? lihatlah di Lombok. Kelompo yang disebut Salafy dihancurkan rumahnya dan dikejar-kejar orangnya karena tidak mau tahlilan yanng biasan diakukan masyarakat. masyarakat disana menganggap Salafy adlah aliran sesat karena tidak mau tahlil. Padahal Muahmmadiyah juga tidak tahlilan tapi tidak dianggap sesat. lalu apa definisi sesat?

betapa muidahnya kita menyatakan sesat pada seseorang.

Apakah tidak sebaiknya kita saling menghargai? jika saudara kita meyakini itu adalah suatu kebenaran, persilahkanlah dia meykininya. Jika ada perbedaan mari kita diskusi (bukan bantah-bantahan) dengan menggunakan Al Qur’an dan Hadits, jika ada penfsiaran itulah perbedaan karena penafsiran bukan asal beda.

semoga hati kita makin jernih, agar Islam memang menjadi rahmatan lil alamin.

May 9, 2008

TERLIHAT JELAS DENGAN MIKROSKOP ; Tulisan ‘Lillahi’ di Sayatan Bawang Merah

Filed under: Uncategorized

04/05/2008 05:28:40 

YOGYA (KR) - Satu fenomena aneh terjadi di SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta. Secara tidak sengaja, Een Widiyanti siswa kelas VII menemukan tulisan ‘Lillahi’ pada sayatan bawang merah saat mengikuti praktikan biologi di laboratorium sekolah. Kejadian itu membuat guru dan siswa setempat terperangah.
"Tulisan ‘Lillahi’ dalam huruf Arab tersebut terlihat jelas dengan mikroskop biasa yang digunakan praktikan anak-anak," kata Kepala SMP Muhammadiyah 7 Nila Wati Isdwiantari kepada KR, Sabtu (3/5).
Dikisahkan, Rabu (30/4) lalu, siswa kelas 7 E mengikuti praktikan biologi di laboratorium sekolah. Saat itu siswa diajak untuk melihat bentuk sel bawang merah menggunakan mikroskop. Bawang merah disayat, diambil bagian tengahnya kemudian diletakkan di gelas preparat. Sayatan ditambah sedikit air dan ditutup dengan gelas tutup lalu diamati menggunakan mikroskop.
Tiba-tiba Een Widiyanti, salah satu siswa melapor kepada guru bahwa bentuk sel bawang merah di mikroskop yang ia amati terlihat aneh. Muncul tulisan ‘Lillahi’. "Semula saya juga tidak percaya, tapi setelah saya lihat sendiri ternyata tulisan itu benar-benar ada dan tampak jelas. Bahkan ada 2 tulisan di bagian atas dan bawah, tapi yang di bawah tidak begitu jelas," tutur Baiturohmah, guru biologi yang mengajar pada saat itu.
Rohmah mengatakan, selama ia menggeluti ilmu biologi, baru kali ini menemukan tulisan ‘Lillahi’ di sayatan bawang merah. "Seharusnya, sel bawang merah bentuknya menyerupai jaring-jaring. Namun kali ini benar-benar aneh," imbuhnya. Padahal dalam praktikan itu, siswa hanya menggunakan mikroskop biasa, bukan mikroskop canggih. Tulisan ‘Lillahi’ sempat terlihat jelas selama kurang lebih 1 jam kemudian lama-lama kabur.
Kejadian aneh inipun mengundang perhatian seluruh guru dan siswa. Salah satu guru lantas berinisiatif mengabadikan gambar fenomena yang benar-benar langka ini. "Kami sampai merinding dan berdebar-debar melihat tulisan itu," ucap Nila sembari menambahkan tulisan ‘Lillahi’ yang berarti kepunyaan Allah (milik Allah) pada sayatan bawang merah ini merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah.    (R-4)-a

 bawang

May 7, 2008

Menyikapi Perbedaan

Filed under: Uncategorized

Pagi ini aku ditemui seorang akhwat dan ngobrol di ruang. dari masalah studi hingga akhirnya masuk ke wilayah agama. terutama bekait dengan seringnya muncul perbedaan dalam memahami agama. Dalam benak kami, kami sadar bahwa perbedaan itu memang akan selalu ada. kalau tidak mana mungkin muncul madzab. hanya yang menjadi keprihatinan kami adalah ketika ada yang memaksakan pendapat dan yang lebih parah lagi menganggap beberapa ayat Al Quran perlu direvisi karena tidak sesuai dengan zaman atau perkembangan teknologi ataupun keadilan. misal masalah waris, poligami dan sebagainya

 Mempertentangkan Al quran bagi kami pada dasarnya meyakini bahwa Al Quran itu belumlah sempurna. kalau itu yang terjadi, lalu apa makna telah Kusempurnakan islam menajdi agamamu?

Jika kita menganggap Alquran masih lemah maka tentunya masih diperlukan nabi-nabi baru?  artinya Islam memang bukan agama terakhir atau ada amandemen-amandemen ya?

rasanya kok aneh.

kami hanya menyadari jika kami beda tafsir adalah wajar, tapi jika menganggap Al Quran belum sempurna? masihkan dia mengikuti sunnah? 

 

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham