Indahnya beribadah

June 19, 2008

Disosialisasikan, Arah Kiblat yang Benar

Filed under: islam

19/06/2008 08:18:55

KEBUMEN (KR) -

sumber: http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=167675&actmenu=38  

Pemahaman tentang teori dan praktik raghdul qiblat atau meluruskan arah kiblat salat di dalam Agama Islam, sudah saatnya gencar disosialisasikan kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus terombang-ambing dalam ketidaktahuan tentang hal itu. ”Pelurusan kiblat salat merupakan sebuah persoalan yang tak bisa dianggap sepele, mengingat salat adalah salah satu syariat paling fundamental dalam Islam, ”ujar Ketua Pengurus Wilayah Jamiyyah Nurul Aqwa (JNA) Kebumen, A Salim Chamidi SSos di Sekretariat JNA Kebumen, Selasa (17/6). Mengingat pentingnya kiblat salat itulah, JNA Kebumen yang baru berdiri pada tanggal 23 Mei 2008 lalu dan memiliki program penegakan syariat Islam serta berbagai kegiatan sosial segera mempersiapkan sosialisasi tentang pelurusan kiblat salat kepada masyarakat sebagai salah satu kegiatannya. Bekerja sama dengan Yayasan Pesantren Salafiyah Wonoyoso Kebumen dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Kebumen, pada Sabtu (14/6) lalu, JNA Kebumen menggelar Sosialisasi Pelurusan Kiblat dengan menampilkan 2 pembicara dari Lembaga Rukyatul Hilal Indonesia (RHI) Cabang Yogyakarta, yaitu Drs H Muhtar Jannah MAg dan Drs H Muntoha. Lembaga RHI merupakan lembaga milik Departemen Agama. Kegiatan yang dilaksanakan di Kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Wonoyoso tersebut diikuti dengan antusias oleh sekitar 200 undangan yang terdiri dari para tokoh agama dan warga masyarakat lainnya. Petunjuk praktis menentukan arah kiblat yang dipaparkan secara ilmiah dan dengan peralatan semacam kompas yang bisa menghasilkan arah kiblat yang akurat di masing-masing tempat salat, sangat menarik perhatian peserta sosialisasi. ”Dari hasil kegiatan tersebut kami menyimpulkan bahwa masyarakat banyak yang masih awam tentang arah kiblat yang tepat. Tentu itu sangat ironis. Karena itu, kami mengharapkan agar pihak berwenang seperti Departemen Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersedia sesering mungkin melakukan sosialisasi pelurusan kiblat kepada masyarakat,”harap A Salim. (Dwi)-c

June 12, 2008

Pengetahuan Tentang Islam

Filed under: Uncategorized, islam

Pada acara pagi hari di TV one. perihal Ahmadiyah, dihdirkan seorang anggota Komis VIII DPR berkaitan dengan SKB Ahmadiyah.

Ada yang menarik dari pendapat sang anggota DPR " Siapa yang berhak menentukan bahwa islamnya ini yang benar dan ini yang salah?, Apa dasarnya? sehingga mengklaim bahwa dialah yang benar?

Sangat disayangkan, ternyata anggota DPR kitapun masih minim  pengetahuan tentang agamanya sendiri

Padahal dalam ajaran Islam sendiri yang diyakini oleh semua umat Islam adalah islam harus berlandaskan Al Qur’an dan Al Hadits. jika tidak menggunakan itu maka patut diragukan keislamannya.

jadi walau dia menyebut Muhammadiyah, NU, Ahmadiyah atau yang lain kalau dasar yang dipakai adalah Al Qur’an dan Al hadiys denngan mengakui nabi Muhammad SAW sebagai Nabi penutup seperti yang tertulis di Hadits maka islamlah dia

Tapi walau dia mengaku NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah atau yang lain tapi meninggalkan keduanya dan menggunakan yang selain itu untuk ibadahnya, maka diragukan keIlsmannya.

Ada juga kaidah tambahan:

batas pembeda antara islam dan kafir adalah Shalat.

Kini kita sebagi umat islam sudahkah Al Qur’an dan Al Hadits kita jadikan pegangan dan melaksanakan shalat?

Sekarang kita tahu kualitas keagamaan beberapa anggota DPR dan ini kewajiban para ulama untuk membina mereka sebagai pengambil keputusan apalagi di DPR juga banyak ulama. janganlah ini justru dijadikan bahan untuk menjatuhkan tapi tolonglah teman anda agar ia terhindar dari kesesatan.

islam telah jelas, hanya mau tidak kita menjadi islam.

semoga kita selalu dlam lindungan-Nya

amiin 

June 10, 2008

Pelurusan Ahmadiyah, damaikah Umat Islam?

Filed under: Uncategorized, adab

SKB tentang Ahmadiyah telah diterbitkan. dalam SK itu tidak tersirat pembubaran Ahmadiyah. pemerintah hanya meminta Ahmadiyah kembali ke ajaran islam yang benar. Pembeda Ahmadiyah dengan umat Islam yang lain adalah adanya pengakuan subagai nabi bagi Mirza Ghulam Ahmad dan ini berlawanan dengan keyakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai rasul dan nabi terakhir.

Pertanyaannya kini:

dapatkah umat islam menjadi damai?

Siapa yang berhak meluruskan?

Sebenarnya dengan keluarnya SKB ini maka tugas umat Islam yang lain untuk merangkul warga Ahmadiyah menajdi warga Muslim. Berbaur adalah salah satu cara menuju damai. Jika kita benar maka tugas kita adalah meluruskan yang bengkok bukan mematahkan.

Ulama yang ada harus mendekati ulama Ahmadiyah. Kalau memang Ahmadiyah tidak menyimpang maka masjidnya harus dapat dipakai bersama seperti milik Muhammadiyah, NU dan sebagainya. Kita dapat shalat di masjid manasaja dan untuk siapa saja.

Dialog pelurusan perlu dilakukan dengan suasana damai, jika ada beda penafsiran maka kembalikan penafsiran sesuai Al Qur’an atau Al Hadits. hal ini penting karena selain masalah kenabian yanng nampaknya vital, sebenarnya ada pula masalah lain yang ditafsirkan sekehendak hati sehingga artinya jadi lain. masalah hari akhir masalah syurga kini jadi bertolak belakang dengan tafsiran Al Qur’an.

Umat islam dapat damai kalau setiap penafsiran selalu dikembalikan ke asalnya, bukan atas keinginan nafsunya entah dengan alasan pengetahuan atau yang lain.

Pemerintah mestinya memfasilitas pertemuan setiap adanya perbedaan sehingga perbedaan tidak lagi diselesaikan secara anarkhi.Umat i\islam mestinya tunduk pada umaroh tapi pemerintah bukanlah yang mendzalimi sehingga tidak menjadikan masyarakat ikut mendzalimi yang lain.

kini sudah saatnya setiap perbedaan dipahami sebagai bagian penafsiran, dan ketika dipertemukan maka mata hati yang mestinya bicara bukan mempertahankan pendapat demi sebuah  kepuasan. bukan dialog yang saling adu mulut tapi mencari solusi manakah yanng paling sahih dalam menggunakan hukum menuju agama.

Agama Islam hanya satu, tapi kenapa kita tidak bersatu?

ormas dapat banyak namun tak harus membuat kita terhenyak dan aad upa menginjak.

damailah Islamku, damailah saudaraku. 

June 9, 2008

Indahnya Saling Mengasihi

Filed under: islam, adab

Kebersamaan adlah suatu keindahan, mengasihi sesama adlah kebahagiaan.

tanpa memandang siapa dia, kita dapat mengasihi dengan sempurna.

kasih mestinya tidak pandang bulu.

Apa yang dilakukan rasulullah di Madinah dapat kita jadikan tauladan.

Di madinah ada seorang pengemis tua yang buta. Setiap hari setelah disuapi makan pagi maka ia akan ngoceh menjelek-jelekan Rasulullah, namun tidak ada yang mengabaikannya.

Hingga pada suatu hari dia merasa ada sesuatu yang aneh, pagi itu ia tidak mendapat suapan makan pagi sehingga ia kelaparan dan tidak mengoceh.

hari berikutnya juga begitu sampai tiga hari. pada saat ia benar-benar lapar, tiba-tiba ia merasa ada orang yang mau menyuapi. namun ketika suapan itu masuk ke mulutnya dengan segera ia muntahkan.

dan ia berkata: "kamu pasti bukan yang biasa menyuapiku. Yang menyuapiku, biasanya menghaluskan makanan terlebih dahulu, kemudian memebrsihkan  mukaku dan menyuapi dengan lembut setelah itu ia akan membersihkan kembali apa yanga da di mukaku."

Orang tadi kemudian menjawab: Anda benar, aku memang orang lain, orang yang biasa menyuapimu kini telah meninggal 3 hari yang lalu. beliau adalah asulullah yang selama ini engkau hina setelah selesai menyuapimu dan akau adalah Abu bakar sahabatnya yang mencoba menggantikan beliau."

Merah padam muka penegmis itu. kini ia tahu bahwa yang selama ini ia hina adalah orang yang selalu membantunya dan serta merta ia menyatakan masuk islam.

Lihat betapa indahnya Rasulullah berdkwah dan juga Abubakar memerintah saat pertama kali jadi khalifah.

adakah pimpinan ormas kita yang mau meniru Rasulullah dn sahabat Abubakar?

andaisaja kita menyebut sebagai pengikut Rasulullah, betapa indahnya persaudaraan tanpa harus ada kekerasan 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham