Indahnya Saling Mengasihi
Kebersamaan adlah suatu keindahan, mengasihi sesama adlah kebahagiaan.
tanpa memandang siapa dia, kita dapat mengasihi dengan sempurna.
kasih mestinya tidak pandang bulu.
Apa yang dilakukan rasulullah di Madinah dapat kita jadikan tauladan.
Di madinah ada seorang pengemis tua yang buta. Setiap hari setelah disuapi makan pagi maka ia akan ngoceh menjelek-jelekan Rasulullah, namun tidak ada yang mengabaikannya.
Hingga pada suatu hari dia merasa ada sesuatu yang aneh, pagi itu ia tidak mendapat suapan makan pagi sehingga ia kelaparan dan tidak mengoceh.
hari berikutnya juga begitu sampai tiga hari. pada saat ia benar-benar lapar, tiba-tiba ia merasa ada orang yang mau menyuapi. namun ketika suapan itu masuk ke mulutnya dengan segera ia muntahkan.
dan ia berkata: "kamu pasti bukan yang biasa menyuapiku. Yang menyuapiku, biasanya menghaluskan makanan terlebih dahulu, kemudian memebrsihkan mukaku dan menyuapi dengan lembut setelah itu ia akan membersihkan kembali apa yanga da di mukaku."
Orang tadi kemudian menjawab: Anda benar, aku memang orang lain, orang yang biasa menyuapimu kini telah meninggal 3 hari yang lalu. beliau adalah asulullah yang selama ini engkau hina setelah selesai menyuapimu dan akau adalah Abu bakar sahabatnya yang mencoba menggantikan beliau."
Merah padam muka penegmis itu. kini ia tahu bahwa yang selama ini ia hina adalah orang yang selalu membantunya dan serta merta ia menyatakan masuk islam.
Lihat betapa indahnya Rasulullah berdkwah dan juga Abubakar memerintah saat pertama kali jadi khalifah.
adakah pimpinan ormas kita yang mau meniru Rasulullah dn sahabat Abubakar?
andaisaja kita menyebut sebagai pengikut Rasulullah, betapa indahnya persaudaraan tanpa harus ada kekerasan
