Indahnya beribadah

November 28, 2008

Haji di Luar Jalur Sah Hukumnya Haram

Filed under: Uncategorized, islam

akarta (MCH). Ulama besar Kerajaan Arab Saudi yang juga anggota Majelis Syura Arab Saudi, Syaikh Abdul Muhsin Al-Ubaikan menyatakan haram hukumnya bagi seseorang yang melaksanakan ibadah haji di luar ketentuan yang diberlakukan pemerintah yang sah.

Hal ini dikemukakan Ubaikan menjawab pertanyataan tentang banyaknya jemaah liar yang mencoba menunaikan ibadah haji tahun ini. "Hal tersebut adalah haram. Bagaimana melaksanakan ibadah dalam keadaan haram," katanya, seperti dikutip harian Al-Watan edisi Jumat, 28 November hari ini.

Ubaikan mengutip Firman Alah yang menyatakan: "Taatilah Allah, Rasulnya, dan pemimpin di antara kalian." Ubaikan juga mengutip sebuah hadis yang menyatakan: "Barangsiapa taat kepada pemimpin pemerintahan (amir) maka ia sama dengan taat kepadaku. Dan barangsiapa menentang pemimpin pemerintahan (amir) maka ia sama dengan menentang aku. Barangsiaap menentang aku maka ia sama dengan menentang Allah."

Al-Watan mengamati bahwa banyak warga Arab Saudi dan warga pendatang lainnya yang `mengakali` haji tanpa tasrih (izin) dengan cara masuk ke Mekah dengan mengenakan pakaian biasa, bukan pakaian ihram. Namun, setelah tiba di Mekah mereka kenakan pakaian ihram dan membayar dam untuk itu dengan menyembelih seekor kambing. Meski sah, kata Ubaikan, hal tersebut adalah haram. Hukum haram tersebut tentunya menodai pahala ibadahnya. (Musthafa Helmy)

sumber: http://informasihaji.com/

November 25, 2008

Memiliki Sifat Malu

Filed under: Uncategorized, adab


Sifat malu sudah semestinya harus ada pada diri kita. Sifat malu akan membawa seseorang untuk selalu melakukan perbuatan baik. Dengan sifat malu ini seseorang akan terjada perbuatannya dan akibatnya ia akan disenangi oleh masyarakat sekitarnya, ia akan dihormati dan menjadikan orang lain segan untuk berbuat yang tidak baik.

Malu menurut Rasulullah SAW adalah tindakan yang apabila dilakukan hati merasa tidak nyaman. Jadi segala perbuatan yang apabila dilihat orang lain kita malu karenanya maka itulah malu. Oleh sebab itu malu tidak boleh digunakan pada semua sebab. Sebagai misal karena tidak mau capek bekerja maka ketika disuruh kerja ia bilang malu, ketika disuruh shalat ia malu. Ini malu yang salah yang tidak sesuai syar’i. bahkan malu termasuk cabang dari iman seperti sabda Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: “Rasulullah   SAW bersabda: “Cabang iman ada enam puluh enam atau tujuh puluh lebih, yang paling utama adalah tahlil – Laa Ilaha Illalah – (Tidak ada Tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan. Dan malu termasuk bagian dari iman.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menunjukkan bahwa ucapan Laa Ilaha Illalah yang selalu kita ucapkan selesai shalat atau kapan saja adlah yang tertinggi. Tahlil ini tidak hanya diucapkan namun tertanam dalam hati kita sehingga setiap langkah kita kita meyakini bahwa hanya Allah yang menjadi penolong kita. Malu terletak tidak dibagian akhir namun diantara awal dan akhir. Rasulullah pun memiliki sifat malu, sehingga para sahabat mengetahui dari raut wajahnya, seperti dalam salah satu hadits:

Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a. dia berkata: ‘Rasulullah SAW memiliki sifat malu, melebihi malunya seorang gadis yang dipingit. Ketika Beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya, maka kami akan dapat mengetahuinya melihat raut wajahnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Apakah kita tidak ingin mencontoh Rasulullah yang memliki rasa malu?

Tidak malukah diri kita karena tidak mencontoh Rasulullah SAW yang memiliki rasa malu?

Sungguh memalukan seorang yang menyebut dirinya muslim tidak menjadikan Rasulullah sebagai panutannya.

November 7, 2008

Pesan Menteri Agama kepada Jemaah Haji

Filed under: islam

Jakarta (MCH). Untuk memperoleh haji yang mambrur harus diawali dengan niat tulus dan melaksanakan ibadah haji dengan cara yang benar, yang diajarkan Allah SWT dan Rasul Nya serta menjauhi sifat rafats, fusuq dan jidal. Kloter 1 embarkasi Jakarta, Rabu, 5 November lalu, "mengangkasa" dilepas Menteri Agama Maftuh Basyuni tepat pukul 08.00 WIB dari terminal haji bandara Sukarno-Hatta. Cengkareng Banten. JKG -1 yang berisikan jamaah haji dari DKI tersebut dilepas dengan menggunakan menggunakan pesawat Garuda GIA 7101. Diharapkan klompok terbang 1 yang mengawali "jemgatan udara" tanah air dengan tanah suci ini tiba di bandara Amir Muhammad, Madinah Pukul 14.25 waktu setempat. Pelepasan yang dilakukan Menag Maftuh Basyuni menandai pelepasan jamaah haji Indonesia secara nasional dan serentak di 10 embarkasi di Indonesia. Terkecuali embrkasi Padang, Sumbar yang dilaksanakan hari ini Kamis, 6 NOvember kemarin. "Jauhilah hal hal yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan kemabruran haji seperti perbuatan rafats, fusuq dan jidal", imbau Menteri Agama dalam sabutannya sebelum jamaah haji memasuki pesawat Garuda. Rafats, katanya yaitu perbuatan dosa disebabkan oleh gejolak nafsu birahi/seks. Fusuq, perbuatan dosa karena sifat tercela, sombong, iri hati, adu domba. Jidal, perbuatan desa karena tidak sabar hingga timbul pertengkaran dan berbantah bantahan. "Laksanakan ibadah dengan tertib dan khusus dengan mentaati peraturan edan jadwal yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan petunjuk panduan yang diberikan PPIH setempat" pinta Maftuh, disaksikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Wibowo, Wakil Gubernur Banten HM Masduki, dan Dubes Arab Saudi Untuk Indonesia Sayed Abdurahman yang hadir pada acara pelepasan tersebut. Pada bagian lain mantan Dubes RI berkuasa penuh untuk Kerajaan Arab Saiudi dan Kesultanan Oman ini mengingatkan bahwa 210.000 jamaah haji Indonesia akan berbaur dengan 2 juta jamaah haji dari berbagai negara di tempat dan waktu yang sama. Untuk itu dia meminta agar jamaah tidak egois, menang sendiri atau benar sendiri. ""Buanglah jauh jauh sikap egois, arogan dan meremehkan orang lain" ujarnya lagi. Namun, sebaliknya dia meminta kepada jamaah yang siap berangkat berseragam jas hijau telur dan celana putih dengan kacu berwarna warni menurut KBIH yang membimbing ibadah mereka agar membangun sifat kasih sayang dan semangat kebersamaan. perkuat persaudaraan perkokoh kesatuan kembangkan jiwa solidaristas , pupuk toleransi dan saling menghormati. "Tampillah sebagai sosok haji Indonesia yang santun dan berakhlakul karimah" imbaunya sembari mengingatkan bahwa perjalanannya ke tanah suci untuk beribadah bukan perjalanan biasa. Untuk itu untuk menjamin agar prosesi manasik hajinya berjalan dengan baik, perlu ditunjang oleh fisik dan mental yang baik," katanya. Diperlukan pula pula strategi pengelolaan waktu dan kegiatan agar energy dan stamina tidak terforsir sebelum waktunya yang dapat mengakibatkan kondisi kesehatan dan mental menurun pada saat rangkaian kegiatan ibadah mencapai puncaknya. "Pengaturan ini menjadi sangat penting mengingat kondisi pemondokan haji Indonesia di Makkah pada waktu ini relative jauh jaraknya ke Masjdil Haram disbanding tahun sebelumnya," jelasnya sebagaimana dilaporkan wartawan media ini dari Jakarta. (Thamrin Yunus)

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham