Indahnya beribadah

November 25, 2008

Memiliki Sifat Malu

Filed under: Uncategorized, adab


Sifat malu sudah semestinya harus ada pada diri kita. Sifat malu akan membawa seseorang untuk selalu melakukan perbuatan baik. Dengan sifat malu ini seseorang akan terjada perbuatannya dan akibatnya ia akan disenangi oleh masyarakat sekitarnya, ia akan dihormati dan menjadikan orang lain segan untuk berbuat yang tidak baik.

Malu menurut Rasulullah SAW adalah tindakan yang apabila dilakukan hati merasa tidak nyaman. Jadi segala perbuatan yang apabila dilihat orang lain kita malu karenanya maka itulah malu. Oleh sebab itu malu tidak boleh digunakan pada semua sebab. Sebagai misal karena tidak mau capek bekerja maka ketika disuruh kerja ia bilang malu, ketika disuruh shalat ia malu. Ini malu yang salah yang tidak sesuai syar’i. bahkan malu termasuk cabang dari iman seperti sabda Rasulullah SAW:

Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata: “Rasulullah   SAW bersabda: “Cabang iman ada enam puluh enam atau tujuh puluh lebih, yang paling utama adalah tahlil – Laa Ilaha Illalah – (Tidak ada Tuhan selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan. Dan malu termasuk bagian dari iman.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menunjukkan bahwa ucapan Laa Ilaha Illalah yang selalu kita ucapkan selesai shalat atau kapan saja adlah yang tertinggi. Tahlil ini tidak hanya diucapkan namun tertanam dalam hati kita sehingga setiap langkah kita kita meyakini bahwa hanya Allah yang menjadi penolong kita. Malu terletak tidak dibagian akhir namun diantara awal dan akhir. Rasulullah pun memiliki sifat malu, sehingga para sahabat mengetahui dari raut wajahnya, seperti dalam salah satu hadits:

Dari Abu Sa’id Al Khudri r.a. dia berkata: ‘Rasulullah SAW memiliki sifat malu, melebihi malunya seorang gadis yang dipingit. Ketika Beliau melihat sesuatu yang tidak disukainya, maka kami akan dapat mengetahuinya melihat raut wajahnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Apakah kita tidak ingin mencontoh Rasulullah yang memliki rasa malu?

Tidak malukah diri kita karena tidak mencontoh Rasulullah SAW yang memiliki rasa malu?

Sungguh memalukan seorang yang menyebut dirinya muslim tidak menjadikan Rasulullah sebagai panutannya.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://nhidayat.blogsome.com/2008/11/25/memiliki-sifat-malu/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham