Keutamaan 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah
Saat ini kita telah memasuki bulan Dzul Hijjah, bulan Haji karena sebagian dari kita sedang berada di tanah suci untuk melakukan ibadah haji. Semoga saudara-saudara kita memperoleh haji yang mabrur. Amiin.
Bulan Dzul Hijjah oleh orang Jawa disebut bulan besar karena ada hari raya besar, ada penyembelihan qurban dan sering dianggap sebagai hari baik untuk mantenan. Bulan Dzul Hijjah memang bulan istimewa, terutama 10 hari pertama, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ”Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada amal perbuatan yang lebih dicintai Allah selain pada sepuluh hari itu. Maka perbanyaklah pada hari tersebut tahlil, takbir dan tahmid.’ (HR Imam Ahmad dan Ath Thabrani)
Para ulama menyatakan 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah adalah hari-hari yang paling utama sedangkan 10 malam terakhir bulan Ramadhan adalah malam-malam yang paling utama.
10 hari pertama bulan Dzul Hijjah menjadi istimewa karena disitu terkumpul ibadah-ibadah utama yaitu shalat (idhul adha dan shalat wajib), shaum (puasa Arafah dan puasa 9 hari pertama bulan Dzul Hijjah), shadaqah (penyembelihan qurban) dan haji yang tidak terdapat pada bulan-bulan yang lain.
Oleh sebab itu untuk memanfaatkan hari-hari utama tersebut seyogyanya kita melakukan:
- Ibadah haji dan Umroh (bagi yang diberi kemampuan dan kesempatan Allah SWT)
- Berpuasa selama 9 hari tersebut, jika tidak minimal puasa pada hari Arafah.
- Melakukan takbir mutlak dan muqoyyad
- Bertaubat
- Memperbanyak amal shaleh
- Berqurban (bagi yang diberi rizki cukup.
- Melaksanakan shalat Idhul Adha
