Indahnya beribadah

June 13, 2009

nasehat

Filed under: islam

Nasihatilah kami….

Kepada seorang ulama, orang-orang mulia, dan para aulia, aku mengatakan: “Berilah kami nasihat. Yang mampu menyadarkan hati.
Sungguh hati kami sudah ringkih karena dosa. Sayap-sayap kami telah patah karena kesalahan. Kami, larut dalam dosa demi dosa. Kami, melanggar perintah Yang Maha Mengetahui yang ghaib. Sampai hati kami
menjadi kasar kesat.

Ia lalu memberi nasihat. “Panas sekali hati ini. Duka lara yang begitu dalam, ya Rabb, Wahai Ibnu Adam, mengapa engkau lama melakukan dosa tanpa menyesal. Mengapa engkau bermain dengan neraka. Mengapa engkau sepelekan Yang Maha Memaksa. Dia Yang memberimu makan siang dan malam.
Dia Yang menjadikanmu duduk dan menjadikanmu berjalan. Kemudian engkau bangkit berdiri dan melanggar perintah-Nya? Padahal Dia Maha Tinggi Kuasa-Nya. Maha Agung Kekuatan-Nya.

Di manakah pikiranmu wahai yang tertipu? Lupakah engkau dengan hari perlintasan, saat melewati jembatan. Semua burung terpuruk jatuh karena takut. Semua orang tenggelam ketakutan dan kengerian. Abu Bakar ra, ketakutannya membuat dirinya gemetar seperti burung. Dadanya mengeluarkan suara bergemuruh. Umar bin Khattab ra, ketakutannya telah menjatuhkannya di atas tanah. Lalu ia dipapah oleh orang-orang.
Sedangkan Utsman bin Affan ra, dzun nuurain, ketakutannya menjadikannya menangis setelah melihat kuburan. Dan lihatlah Ali binAbi Thalib ra, yang ketakutannya menumpahkan air matanya. Adalah Umar bin Abdul Aziz, menangis dan dadanya juga bersuara mendidih. Ia mengatakan, “Wahai manusia, ingatlah pagi hari itu. Demi Allah, andai Al Qur’an ini diturunkan di atas batu cadas, yang keras, batu itu akan pecah. Jika ia diturunkan di bebatuan, batu itu akan terbelah.
Sementara engkau membaca Al Qur’an dalam kondisi lalai dan lupa…
Subhanallah, engkau telah tertipu dengan masa muda. Engkau tertipu karena hiasan pakaian. Engkau lupa, saat suatu hari jasadmu tertimbun tanah.

Maka, jangan lalai dari dzikir kepada-Nya. Jangan lupa untuk bersyukur kepada-Nya. Jangan merasa aman dari makar-Nya. Dialah yang telah menyumbat hidung Fir’aun terlaknat, dengan tanah. Dialah yang mencerai beraikan seluruh pasukannya. Sungguh menderita sekali siapapun yang mendurkhakai-Nya. Padahal mereka telah mendapat hempasan angin begitu hebat. Padalah Dia telah membuktikan kemarahan-Nya dengan
menghancurkan rumah-rumah. Padahal Dia telah meratakan gunung-gunung dengan mudahnya.

Rambutmu telah memunculkan uban. Tapi engkau masih menggenggam kapak kemaksiatan. Mengapa tidak engkau mempan oleh ayat-ayat? Mengapa engkau bergeming dengan nasihat dan nasihat? Mengapa engkau tak
mengingat kematian dan kematian? Engkau tetap berlalu dengan kesombongan, dan mengendarai semua kemungkaran.

Dahulu, Ibnu Wahb pernah mendengar firman Allah swt, “Wa idz yatahaajjuuna fin naar…” (Ingatlah), ketika mereka saling berbantahan di neraka. Usai mendengar ayat itu ia jatuh pingsan di rumahnya. Dan tak lama kemudian, ia menghembuskan nafasnya yang terakhir di sore hari itu. Dahulu, Umar pernah menyimak sejumlah surat Al Qur’an lalu terpelanting jatuh, dan sakit selama satu bulan. Air matanya seperti anak-anak sungai. Dahulu, Sofyan pernah membaca surat Az Zalzalah. Lalu ia seperti menghadapi hari kematiannya. Sungguh
sebagian burung elang bisa jatuh dari langit. Sungguh di antara batu-batu akan terbelah dan mengeluarkan air dari sela-selanya.
Sungguh telah banyak ulama yang tidak sadarkan diri karena ketakutannya kepada Allah swt.

Periksalah hatimu. Ingatlah dosa-dosamu. Musa tersungkur ketakutan dan jatuh pingsan. Hatinya tak pernah sepi dari ketakutan dan kegelisahan.
Sebagian orang-orang shalih, wajahnya berhias bekas air mata. Lalu mengapa engkau bisa melewati pagi dan siang begitu saja? Sedangkan para Rasul seluruhnya mengatakan, duhai jiwaku, duhai jiwaku. Apakah engkau melupakan kubur wahai yang tertipu? Apakah engkau melupakan hari kebangkitan? Hari penampakan segala yang ada dalam dada.

Sebagian orang-orang shalih ada yang datang ke tempat tidurnya. Tapi ia lalu bangun kembali, berdiri dan menangis tersedu. Orang-orang bertanya, “Ada apa dengan dirimu?” Ia mengatakan, “Tiba-tiba aku teringat firman Allah “Yauma-idzin tu’radhuuna laa takhfaa minkum khaafiyah..” (Hari itu akan ditampakkan, tanpa ada yang tersembunyi dari kalian). Ayat ini saja sudah cukup.

Sa’id bin Musayyib. Imam yang sangat dicinta. Orang zuhud yang dekat kepada Allah. Salah satu matanya tak mampu melihat karena menangis. Rona wajahnya menjadi kuning karena khusyu’ tatkala ia sujud dan ruku’. Yazin bin Harun. Imam yang terpercaya. Ia juga buta karena tangisan. Tapi ia tidak pernah mengadu dan mengeluh. Saat orang-orang bertanya padanya, “Apa yang engkau perbuat dengan kedua matamu yang
indah?” Ia mengatakan, “Aku telah mengikatnya disisi Yang Maha Esa. Aku menghilangkannya karena tangisan di waktu sahur. Karena ketakutan kepada Yang Maha Kuat Kehendak-Nya.

Jika mendengar kisah-kisah ini, demi Allah kita menjadi sadar akan cacat yang ada. Kita tidur sepanjang malam. Seperti kita bukan orang yang memeluk agama ini. Seorang salaf mengatakan, “Wahai yang tertipu, jika engkau mengira Allah tak melihatmu, lalu engkau melakukan prilaku ini dan itu, pasti engkau ragu. Dan jika engkau mengetahui bahwa Dia melihat perilaku dan perbuatanmu, menghitung dan memantau gerak gerikmu. Tapi engkau tetap berani melanggar yang dilarang-Nya, meremehkan tuntunan-Nya, sungguh itu pertanda engkau tidak memiliki hati dan pikiran. Tidak pernahkah engkau menghunjungi kubur? Tidak takutkah engkau melihat kubur? Tidak pernahkah engkau melihat seorang terbujur mati? Lalu ulat berjalan dimata mereka. Kecantikan,
keindahan, pangkat, kedudukan terlah pergi. Hanya amal.

Sebaik-baik air mata, adalah air mata taubat. Semulia-mulia kesedihan adalah kesedihan orang yang kembali kepada Allah swt. Kantuk yang paling menenangkan adalah kantuknya orang-orang yang melakukan tahajjud. Pakaian yang paling indah adalah pakaian ihram. Betapa nikmatnya lapar orang-orang puasa. Betapa bahagianya orang-orang yang melakukan shalat. Betapa mulianya pengorbanan orang yang bersedekah.

Rubrik ini terselenggara atas lisnsi Syaikh DR. Aidh bin Abdullah al Qarni kepada Tarbawi.
(Edisi 134 Th.8/Jumadil Awal 1427 H/22 Juni 2006 M)

March 20, 2009

meminta jabatan

Filed under: islam

Ada sebagian orang menyatakan bolehnya meminta jabatan dengan dalil permintaan Nabi Yusuf alaihis salam kepada penguasa Mesir:

"Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan. " (Yusuf: 55)

Maka dijawab, bahwa permintaan beliau alaihis salam ini bukan karena ambisi beliau untuk memegang jabatan kepemimpinan. Namun semata karena keinginan beliau untuk memberikan kemanfaatan kepada manusia secara umum sementara beliau melihat dirinya memiliki kemampuan, kecakapan, amanah dan menjaga terhadap apa yang tidak mereka ketahui. (Taisir Al-Karimur Rahman, hal. 401)

Al-Imam Syaukani berkata: "Nabi Yusuf alahis salam meminta demikian karena kepercayaan para Nabi terhadap diri mereka dengan sebab adanya penjagaan dari Allah terhadap dosa-dosa mereka (ma`shum). Sementara syariat kita yang sudah kokoh (tsabit) tidak bisa ditentang oleh syariat umat yang terdahulu sebelum kita, karena mungkin meminta jabatan dalam syariat Nabi
Yusuf alaihis salam pada waktu itu dibolehkan." (Nailul Authar, 8/ 294)

Ketahuilah wahai mereka yang sedang memperebutkan kursi jabatan dan kepemimpinan, sementara dia bukan orang yang pantas untuk mendudukinya, kelak pada hari kiamat kedudukan itu nantinya akan menjadi penyesalan karena ketidakmampuannya dalam menunaikan amanah sebagaimana mestinya. Berkata Al-Qadli Al-Baidlawi: “Karena itu tidak sepantasnya orang yang berakal, bergembira dan bersenang-senang dengan kelezatan yang diakhiri dengan penyesalan dan kerugian.” (Fathul Bari, 13/134)

Bila dilihat kondisi di negeri ini, yang meminta jabatan tidak berbaur dengan rakyat, mobil & rumah mewah dimilikinya, apakah mereka tidak melihat masih banyak orang yang masih kelaparan di negeri ini yang perlu dibantu? Masih banyak orang yang masih belum mempunyai rumah (seperti saya masih mengontrak rumah). Kok mereka tega-tega nya hidup dalam kemewahan ??

Lihatlah Umar bin Abdul Aziz, selama menjabat khalifah, hartanya bukan tambah bertambah tapi semakin berkurang. Jadi wajar saja dalam kurun waktu yang sangat singkat (kurang dari 3 tahun), rakyatnya hidup dalam makmur sentosa.

March 14, 2009

Aqiqah

Filed under: islam, adab

Beberapa Hari yang lalu temanku Pak Mukmin baru saja melakukan Aqiqah bagi putranya yang bernama Muhammad Rizal. semoga menjadi anak yang saleh.

Beberapa hadits tentang aqiqah:

  1. Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasululloh bersabda : "Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya." (Shahih Hadits Riwayat Bukhari)
  2. Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : "Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya." (Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud)
  3. Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : "Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing." (Shahih, Hadits Riwayat Ahmad).
  4. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : "Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing." (Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud)
  5. Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : "Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya." (Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad)

 

February 12, 2009

Istimewanya seorang wanita

Filed under: Uncategorized, islam

Mungkin bisa menjadi jawaban dari pertanyaan2 yg selama ini selalu menghantui kamu perempuan….

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, Islam memenjarakan wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.

6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA". Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga Dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiarkan terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya Dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri Dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung Dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat Dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini,

5. Dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid Dan surga menantinya.

6. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap! 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya Dan saudara lelakinya.

7. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu:sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya Dan menjaga kehormatannya.

8. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala upaya, sampai Kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan Buatan mereka. (emansipasi Ala western)

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan Kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala Hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar Kita (kaum lelaki) Berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga Dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang baik, maka surga adalah jaminannya. Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan Dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu

Thanks & Regards
. : : | Moch, Risky Mulya | : : .
IT Technical Support
PT FAASRI UTAMA SAKTI
Jl. Raya Gading Indah No. 08 Kav. A4
Kelapa Gading Permai, Jakarta - Indonesia

January 29, 2009

Tasminyah

Filed under: islam

Yang dimaksud dengan tasmiyah adalah membaca “bismillah”. Boleh juga apabila ditambah dengan “Ar-Rohmanir Rohim“. Tasmiyah ketika hendak memulai shalat merupakan syarat sah wudhu berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak berwudhu dan tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah (bertasmiyah, pen). ” (HR. Ibnu Majah, hasan) lebih lengkap Antum bisa lihat pada http://muslim. or.id/fiqh- dan-muamalah/ seluk-beluk- wudhu.html; Tasmiyah adalah menyebut sebuah nama ketika menyembelih seperti mengucapkan basmalah. Tujuan dari tasmiyah ini adalah untuk isti’anah (memohon pertolongan) dan mendekatkan diri kepada yang disebut namanya tersebut. Selanjutnya bisa dilihat http://muslim. or.id/aqidah/ berkurban- untuk-selain- allah.html; Juga bisa kunjungi http://situs. assunnah. web.id/2007/ 04/22/tasmiyah- ketika-hendak- makan-adalah-“bismillah”-saja/

January 17, 2009

Pengajian Haji

Filed under: islam, adab

Pada tanggal 4 Januari 2009 aku mendapat kepercayaan dari teman kuliahku untuk mengisi pengajian dirumahnya dalam rangka pengajian rutin jamaah haji. aku sebenarnya tidak yakin akan kemampuanku, namun karena permintaan teman kuliahku dulu maka akupun menyanggupinya,sekalian dapat  silaturahim.

pada pengajian kali ini aku menyampaikan materi, ada apa setelah haji. ini kulakukan karena semua peserta adalah haji. Haji dalam masyarakat kita telah memiliki kedudukan yang bagus, sayang hajinya sendiri sering tidak duduk dengan bagus.

aku hanya menjabarkan tentang rukun Islam kaitannya dengan haji.

Dalam islamdimuai dengan syahadat yaitu berikrar. ikrar untuk hanya mengakui Allah SWT sebagai sesembahan kita yang dimanifestasikan dengan pengamalkan Alqur’an. dan mengakui Rasulullah SAW sebagi rasul Allah dengan melakukan aktivitas kehidupan kita berdasar dan sesuai sunnah (janji ini mudah kita ucapkan) sayang dalam kehidupan kita justru sering tidak mengamalkan Al Qur’an dan hadits. Al qur’an hanya menjadi bacaan sedang hadits belum tentu ada di rumah kita.

Shalat sebagi perintah setlah kita berikrar dan mantap serta memahami,shalat masih sebagai panggilan jadi sebenarnya kita pasif sedang haji adalah penutupnya karena kita memenuhi panggilan (aktif) setelah mampu memenuhi panggilan untuk menyembahnya (shalat), memberi kelebihan harta yang kita miliki (zakat) bahkan mampu menahannya meski kita punya dan mampu (puasa), maka seorang yang berhaji adalah yang telah mampu menjawab panggilan Allah.

Setelah kita memenuhi anggilan itu,maka haji yang mabruru bukanlah haji yang beribdah untuk dirinya semata, namun mereka yang mampu menyampaikan ajaran dengan perbuatan ataupun perkataan, mampu mengajaksaudara-sauadara kita menuju ajaran agama yang benar bukannya makin asyik dengan kebid’ahan.

semoga kita mampu menjadi orang yang memahami syahadat.

 

January 11, 2009

apakah Saudi diam diri terhadap serangan israel?

Filed under: Uncategorized, islam

assalmau’alikum
orang mukmin adalah wali bagi mukmin ini. orang melapangkan kesempatan emas ini untuk mendoakan kaum muslimin di jalru gaza.
seiringan agresi bersanjata yang dilakukan oleh Yahudi terhadap penduduk gaza, terjadilah demonstrasi di mana-mana di dunia ini, sebagai bentuk protes mereka terhadap tindakan yahudi. demonstrasi dilakukan untuk menjalankan syariat dan menampakkan solideritas sesama muslim. namun perbuatan yang sama tidak dilihat di negara arab saudi dan jordan. seakan-akan mereka tidak pernah ambil peduli dengan kejadian ini, apakah memang begitu keadaannya?
jawabannya :
pertama bahwa prasangka seperti di atas tidaklah benar. maksudnya tidak benar seorang mukmin itu tidak ambil peduli alias cuek. karena kenyataannya berbenda 180 derajat.
kedua : demonstrasi dilarang di negara saudi, karena demonstrasi bukanlah dari ajaran Islam, namun itu kebiasaan orang barat. dan karena demonstrasi tidak bisa membantu rakyat palestina.
ketiga : sesuai berita yang saya baca dalam bahasa arab, bahwa pemerintah saudi menggelar pemungutan sumbangan secara menasional di telivisi arab, dimana terkumpulan uang 32jt USD (Rp.320 Miliar) lihat http://news. maktoob.com. disamping bantuan dalam bentuk benda seperti emas, baju selimut dll. ini semua baru dari masyarakat arab saudi.
saya mendengar dari kawan saya dari saudi mengatakan bahwa penduduk gaza yang korban luka perang dibawa ke rumah sakit di riyadh.
kemudian pemerintah saudi mengirikan mobil-mobil ambulance, keperluaan kesehatan, disamping itu mengirimkan bantuan pangan, sadang dan pakaian.
di kalangan ulama dan penguasa memerintahkan untuk melakukan doa kunut nazilah dalam 5 waktu sholat.
informasi di atas banyak orang tidak mengetahui, karena tidak di ekspos oleh media masa di tanah air. sehingga banyak orang memandang sinis terhadap arab saudi.
semoga informasi ini bermanfaat
wassalamu’alakum
Abu Abdillah Muhammad Elvi Syam

January 10, 2009

Sombong

Filed under: islam, adab

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu `anhu, dari Nabi Shallallahu `Alaihi Wa sallam, beliau bersabda,
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi". Seorang laki-laki bertanya, "Ada seseorang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus. (Apakah termasuk kesombongan? )" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan. Kesombongan ialah menolak kebenaran dan merendahkan manusia". (HR Muslim No. 2749
dalam Shahih Muslim)

  Seseorang yang "sombong" itu menunjuk-nunjukkan bahwa dirinya besar sedangkan selain dirinya kecil. Padahal, hanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala Yang Maha Besar. Sikap sombong inilah yang menyebabkan Iblis tidak mau tunduk pada perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam kisah tentang Nabi Adam `alaihi sallam. Akibatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala menganggap Iblis sebagai kafir sehingga mengganjar dengan neraka. Dengan demikian, mestinya kita tidak boleh sombong dalam keadaan apa pun.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat, `Tunduklah kamu kepada Adam’. Lalu mereka tunduk, kecuali iblis. Ia enggan dan congkak dan ia termasuk orang-orang kafir". (QS Al Baqarah [2]: 34) 

  "Dan Rabbmu berfirman, `Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina-dina’." (QS Al Mu’min [40]:60)

"Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung-kampung dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya’ kepada manusia serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan." (QS Al Anfaal [8]: 47).

Menurut kamus, batasan "narsis" ialah sikap mengagumi atau mencintai diri sendiri berlebihan, dengan ciri-ciri: asyik dengan dirinya sendiri, kurangnya empati, tanpa disadari dikarenakan kurangnya rasa
harga diri. Adapun "sombong" mestinya merupakan akibat dari sikap "narsis" seseorang karena dia menginginkan orang-orang lain mengagumi dan memujinya. Padahal bagi seseorang yang beriman, kecintaan kepada Allah dan RasulNya seharusnya lebih daripada kepada siapa pun, termasuk kecintaan kepada diri sendiri. Kalau kita perhatikan, seseorang yang dianggap "narsis" itu tidak memberi manfaat kepada sesamanya karena dia hanya sibuk dengan dirinya. Kalaupun member manfaat, itu bukan didasarkan pada keikhlasan, namun karena pamrih.

"Tiga perkara jika seorang memilikinya, niscaya merasakan manisnya iman, (yaitu) menjadikan Allah dan RasulNya lebih dicintai daripada yang lainnya, dan mencintai seseorang hanya karena Allah, serta benci
kembali kepada kekufuran sebagaimana benci dilemparkan ke dalam api". (Mutafaqun `alaihi) 

January 5, 2009

Do’a Awal tahun

Filed under: Uncategorized, islam

TIDAK ADA ASALNYA.

Syaikh Muhammad Jamaluddin al Qashimi berkata: "Orang-orang awam di berbagai masjid biasa mengikuti para imam shalatnya dalam membaca do’a awal dan akhir tahun selama dua malam padahal do’a ini adalah do’a yang diada-adakan, tidak dinukil dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan seorang pun dari kalangan Shahabat maupun para Tabi’in. Tidak juga diriwayatkan dalam kitab-kitab Musnad maupun kitab-kitab Maudhu’. Doa ini hanyalah dibuat-buat oleh orang-orang sok pintar dan berlagak zuhud.

[Ishlahul Masajid (hal. 129) tahqiq al Albani. Lihat pula Tashihul Dua’ (hal 107) Bakr Abu Zaid. Tahdzir Muslimin ‘anil Ibtida’ fi Din (hal 233) Ahmad Abu Thami, Bida’ wa Akhta’ (hal 222) Ahmad As-Sulami.]

Dikutip keterangannya dari kitab Koreksi Hadits-Hadits Dhoif Populer karya Abu Ubaidah.

Do’a Awal TahunTIDAK ADA ASALNYA. Syaikh Muhammad Jamaluddin al Qashimi berkata: “Orang-orang awam di berbagai masjid biasa mengikuti para imam shalatnya dalam membaca do’a awal dan akhir tahun selama dua malam padahal do’a ini adalah do’a yang diada-adakan, tidak dinukil dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan seorang pun dari kalangan Shahabat maupun para Tabi’in. Tidak juga diriwayatkan dalam kitab-kitab Musnad maupun kitab-kitab Maudhu’. Doa ini hanyalah dibuat-buat oleh orang-orang sok pintar dan berlagak zuhud. [Ishlahul Masajid (hal. 129) tahqiq al Albani. Lihat pula Tashihul Dua’ (hal 107) Bakr Abu Zaid. Tahdzir Muslimin ‘anil Ibtida’ fi Din (hal 233) Ahmad Abu Thami, Bida’ wa Akhta’ (hal 222) Ahmad As-Sulami.] Dikutip keterangannya dari kitab Koreksi Hadits-Hadits Dhoif Populer karya Abu Ubaidah.

Filed under: Uncategorized, islam

TIDAK ADA ASALNYA.

Syaikh Muhammad Jamaluddin al Qashimi berkata: "Orang-orang awam di berbagai masjid biasa mengikuti para imam shalatnya dalam membaca do’a awal dan akhir tahun selama dua malam padahal do’a ini adalah do’a yang diada-adakan, tidak dinukil dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan seorang pun dari kalangan Shahabat maupun para Tabi’in. Tidak juga diriwayatkan dalam kitab-kitab Musnad maupun kitab-kitab Maudhu’. Doa ini hanyalah dibuat-buat oleh orang-orang sok pintar dan berlagak zuhud.

[Ishlahul Masajid (hal. 129) tahqiq al Albani. Lihat pula Tashihul Dua’ (hal 107) Bakr Abu Zaid. Tahdzir Muslimin ‘anil Ibtida’ fi Din (hal 233) Ahmad Abu Thami, Bida’ wa Akhta’ (hal 222) Ahmad As-Sulami.]

Dikutip keterangannya dari kitab Koreksi Hadits-Hadits Dhoif Populer karya Abu Ubaidah.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham